banner here

Lafrane Pane "Pahlawan Nasional": Menagih 70 Tahun HMI?

advertise here

Sosok Lafrane Pane tidak bisa dilepaskan dari nama besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yang berdiri pada 5 Febuari 1947, di prakarsai oleh beliau (Lafrane Pane). Sebagai kader HMI, Lafrane Pane adalah sesosok ayah yang tidak hanya punya jasa besar bagi HMI, namun juga bagi bangsa dan negara. Lafran Pane telah menciptakan wadah bagi seluruh generasi muda Islam, untuk mempertahankan kemerdekaan dan berkontribusi untuk Indonesia hingga sekarang. Jadi, sudah selayaknyalah ayahanda Lafran Pane dijadikan sebagai Pahlawan Nasional. Jika melihat dari jasa-jasa beliau dalam mempertahankan, memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia. (Baca: Sejarah HMI)

Beliau seorang mahasiswa STI (Sekolah Tinggi Islam), kini UII (Universitas Islam Indonesia) yang masih duduk ditingkat I. Tentang sosok Lafran Pane, dapat diceritakan secara garis besarnya antara lain bahwa Pemuda Lafran Pane lahir di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Beliau adalah anak seorang Sutan Pangurabaan Pane –tokoh pergerakan nasional “serba komplit” dari Sipirok, Tapanuli Selatan.

Di samping itu, Lafran Pane juga ikut dalam pergerakan perintis kemerdekaan. Selain itu, sebagai akademisi yang aktif di Yogyakarta dengan pikiran-pikirannya tentang tata negara yang dinilai memiliki visi ke depan. Terutama terkait Pancasila yang dikatakannya sebagai ideologi nasional harus dirasakan dan menjadi milik seluruh komponen bangsa apa pun latar belakangnya. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia, sejak tanggal 1 Desember 1966, Lafran Pane diangkat menjadi guru besar (profesor) dalam mata kuliah Ilmu Tata Negara.

Kiprah beliau bagi bangsa Indonesia sangat besar. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang telah banyak melahirkan para tokoh-tokoh terbaik bangsa seperti Dahlan Ranuwiharjo, Deliar Noer, Nurcholish Madjid, Ahmad Syafi Maarif, Kuntowijoyo, Endang Syaifuddin Anshori, Chumaidy Syarif Romas, Agussalim Sitompul, Dawam Rahardjo, Immaduddin Abdurrahim, Ahmad Wahib, Djohan Effendi, Ichlasul Amal, Azyumardi Azra, Fachry Ali, Bahtiar Effendy, dll,

Selain itu, HMI juga telah banyak melahirkan tokoh-tokoh sosial-ekonomi-politik seperti HMS Mintaredja, M,Sanusi, Bintoro Cokro Aminoto, Ahmad Tirtosudiro, Amir Radjab Batubara, Mar’ie Muhammad, Sulastomo, Ismail Hasan Metareum, Hamzah Haz, Bachtiar Hamzah, Ridwan Saidi, Jusuf Kalla, Amien Rais, Akbar Tanjung, Fahmi Idris, Mahadi Sinambela, Hidayat Nur Wahid, Marwah Daud Ibrahim, Munir SH, Adyaksa Dault, Abdullah Hemahua, Yusril Ihza Mahendra, Syaifullah Yusuf, Bursah Jarnubi, Hamid Awwaluddin, Jimlie Asshiddiqi, Anas Urbaningrum, Irman Gusman, Anies Baswedan, Ferry Musferi Baldan (Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional) , Ade Komarudin (ketua DPR RI), Yuddy Chrisnandi (Menpan RB), Harry Azhar Azis, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2014-2019, Bahlil Lahadalia Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2015 – 2018, dan masih banyak lagi. (Baca: Lafrane Pane Pahlawan Nasional)

Lafrane Pane dan Pahlawan Nasional 
Berbagai kiprah beliau untuk bangsa dan negara Indonesia, telah menjamur di berbagai wilayah Indonesia. Baik oleh beliau sendiri, dan juga berbagai warisan-warisan yang diturunkan kepada setiap kader dan alumni HMI yang memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia seperti tokoh-tokoh nasional diatas dll. 

Berbagai upaya dari alumni telah dilakukan dalam mengokohkan beliau (Lafrane Pane) sebagai Pahlawan Nasional, salah satunya kakanda Akbar Tanjung. Mensosialisasikan 27 Provinsi dan dukungan kepala daerah. 

Seperti yang dilansir koran-sindo.com yang dikutip oleh situs resmi PB HMI: ”Saya mewakili keluarga besar KAHMI menemui Mensos dengan harapan beliau (Lafran Pane) bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” kata politikus senior Partai Golkar tersebut di Jakarta kemarin. Akbar mengatakan, semua proses pengusulan pahlawan nasional telah dilaksanakan mulai sosialisasi dalam bentuk seminar yang dilakukan di 27 provinsi hingga adanya dukungan dari sejumlah kepala daerah.

Adapun kriteria dalam menetapkan gelar Pahlawan Nasional pada Pasal Pasal 25 dan Pasal 26 UU No. 20/2009, menunjukkan dalam prespektif penulis telah memenuhi kriteria sebagai gelar pahlawan Nasional. 

Mengenai pemilihan pahlawan, tidak harus inisiatif dari negara saja. Pasal 30 ayat (2) UU No. 20/2009 dan Pasal 51 ayat (1) PP No. 35/2010 menyebutkan bahwa usul pemberian gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan dapat diajukan oleh perseorangan, lembaga negara, kementrian, lembaga pemerintah non-kementrian, pemerintah daerah, organisasi, atau kelompok masyarakat.

Usul tersebut ditujukan kepada Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Pasal 30 ayat [1] UU No. 20/2009). Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah dewan yang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan (Pasal 1 angka 9 UU No. 20/2009). (Baca: Hukumonline.com)

Menagih 70 Tahun HMI
Kemarin, segenap kader dan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merayakan hari lahirnya yang ke-70 Tahun. Namun, hanya sedikit yang masih tanggap akan penantian seluruh kader dan alumni untuk mengokohkan ayahanda Lafrane Pane sebagai Pahlawan Nasional. 

Usaha yang pernah dilakukan oleh beberapa alumni dan terkhusus kepada kakanda Akbar Tanjung  ,kemarin pada 10 November 2016 akan diadakan penganugrahan gelar, sekaligus memperingati hari pahlawan nasional. 

Sampai saat ini, tak kunjung menemui hasil untuk mengokohkan ayahanda Lafrane Pane sebagai Pahlawan nasional. Beberapa kader dan alumni, kini tak terlihat lagi antusias dalam mengokohkan Lafrane Pane sebagai pahlawan Nasional. 

Di tengah perayaan Dies Natalies HMI yang ke-70 tahun, LAPMI (Lembaga Pers Mahasiswa Islam) Ahmad Dahlan, menagih janji para alumni terkhusus kepada kakanda Akbar tanjung, yang dalam aktivitas senantiasa masih mengikuti berbagai aktivitas HMI termasuk jenjang perkaderan dan kegiatan HMI lainnya.   

Kepada kakanda Akbar tanjung dan seluruh Alumni, LAPMI Ahmad Dahlan mendesak untuk segera mengokohkan ayahanda Lafrane Pane sebagai Pahlawan Nasional. Mengingat kiprah beliau sungguh sangat besar bagi bangsa ini dalam mengawal bangsa dan negara Indonesia serta melahirkan berbagai tokoh-tokoh nasional yang tak terlebas sebab dari keberadaan HMI yang dibentuk oleh ayahanda Lafrane Pane. 

Berbagai usaha yang pernah dilakukan sebelumnya dalam mengokohkan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional, kini harus kembali dilanjutkan sesegera mungkin untuk menobatkan ayahanda. 

Seluruh Stakeholder 
Dalam mengokohkan ayahanda Lafrane Pane sebagai Pahlawan Nasional, tentu dibutuhkan seluruh peran kader dan alumni, termasuk kami sebagai pengurus LAPMI Ahmad Dahlan

Sebagaimana aturan yang disebutkan diatas, bahwa tidak hanya dari jajaran pemerintahan yang dapat mengusulkan memberikan gelar Pahlawan Nasional. Maka dari itu, LAPMI Ahmad Dahlan akan senantiasa mengajak para seluruh Stakeholer untuk menggalangkan dan menobatkan ayahanda Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional sesegera mungkin. 

Mari kita gemakan bersama-sama sesegera mungkin untuk mengangkat ayahanda sebagai Pahlawan Nasional di manapun kita berada. #Yakusa. #LafranePanePahlawanNasional. (KZ)

Sumber: