banner here

Layla dan Kekasihnya Majnum, Berpisah!.

advertise here
http://lapmiad.blogspot.co.id/
Oleh: Naslia Gasang

Orang-orang sedang sibuk berkasih-kasih, sementara Layla sedang sibuk menjahit luka yang tertinggal setelah kepergian Majnum. Layla beberapa malam ini merenung, mengucilkan diri dari penatnya kota, menyepi diantara sibuknya Kota Daeng. Layla harus terlihat baik-baik saja, namun pada beberapa waktu ia terlihat pucat dan tak bersemangat. Dihatinya, Majnum yang ia cintai telah meninggalkannya. Dihatinya, Majnum yang ia harapkan sebagai penutup kisah cintanya, memutuskan tanpa kesepakatan dari Layla. Layla harus meratapi seorang diri, sakit seorang diri dan sembuh seorang diri.

Pada pagi hari, Layla sibuk mengejar mimpinya memakai toga tahun ini. Sore hari Layla mulai lupa tersenyum, Majnum tak pernah tahu dihati Layla, ia tersimpan rapih dan sepenuhnya menggantung harapan seorangg wanita yang mengharap perlindungan. Majnum tetap pergi meninggalkannya, menyisakan sesak di dada Layla.

Namun Layla telah berjanji akan telihat baik-baik saja, dari yang tak beraturan beberapa hari lalu, kini perlahan mulai membaik. Layla sedang dalam tahap pemulihan. Ia sedang merajut kembali asa yang sempat hilang. Baginya, mencintai Majnum adalah luka yang harus ia tanggung. Ia paham benar suatu hari nanti cepat atau lambat orang yang ia cintai, kaupun yang mencintainya akan pergi seperti buih . 

Meski senyumnya tetap semeronah lalu-lalu, dibalik kuatnya, ia tak setegar itu . Layla hanya berusaha terlihat baik-baik saja setelah Majnum bersepakat meninggalkannya. Kini, Layla harus menyulam kembali mimpinya dan berharap ada Majnum lain yang akan menemaninya, hingga mati.