Jumat, 03 Februari 2017

Liberal dan Senjatanya

http://lapmiad.blogspot.co.id/

Oleh: Kaisar DM
"Jika kau tidak berhati-hati maka kau akan termakan retorika kaum liberal"

Orang-orang ini banyak berkeliaran di sekitarmu. Mengaku diri kritis tapi nyatanya tidak. Dia bisa kau temui di mana saja. Kebanyakan mereka berasal dari kalangan intelektual, ilmuwan, penyair dan seniman. Ada juga yang dari kalangan agamawan. Sehingga dapat kitakan bahwa mereka memiliki modal berupa otoritas pengetahuan. Matilah kita rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa.

Waspadalah jika mereka atas nama "kritik" berbicara tentang "kebebasan." Mereka bicara soal toleransi. Mereka bicara tentang anti-diskriminasi, kesetaraan dan penolakan atas penindasan. Terdengar mulia bukan? Tapi jika kau jeli coba perhatikan isi di balik batok kepala tiap dari mereka. Kelas menengah liberal ini adalah orang-orang yang sebenarnya tidak kritis-kritis amat.

Mereka boleh garang sama kaum Fundamentalis agama, wahabi, atau golongan separatis. Tapi sebenarnya itu semua dilakukan demi menjaga stabilitas sosio-ekonomi yang sedang berlangsung. Jangan kira kaum yang mengaku "moderat" ini tidak punya tuan.

Mereka adalah demagog paling terdepan yang membela para bankir-bankir kaya, korporasi-korporasi besar yang melakukan ektraksi dan merusak alam. Mereka adalah ujung tombak ideologi kaum borjuasi. Dengan petuahnya tentang kebebasan mereka membersihkan segala rintangan dan membuka jalan bagi kelanjutan eksploitasi ekonomi.

Mereka ini tidak punya pendirian yang jelas. Mereka revolusioner terhadap kaum konservatif, namun konservatif terhadap yang revolusioner. Dihadapan FPI (Front Pembela Islam) mereka galak sementara di sisi lain mereka takluk di hadapan kuasa modal.

"Kebebasan" menurut orang-orang ini adalah kebebasan untuk mengakumulasi modal, juga terbebas dari segala bentuk kolektivitas yang mengekang individu. Mereka lantang mengutuk fasisme yang dilakukan oleh negara, sekte agama, atau kelompok tertentu. Tapi mereka tak sadar ideologi liberal yang mereka paksakan kepada masyarakat juga tak kalah fasisnya. Tak kalah berbahayanya.

Itu sejalan dengan raison de etre' mereka sendiri. Sebagai pihak yang memberikan legitimasi etis bagi keberlangsungan sistem ini. Kapitalisme yang bermasalah ini. Mereka ini tidak kalah lucunya dari golongan yang selama ini mereka tentang. Lawan ideologi mereka sendiri. Yakni, golongan sumbu pendek yang mau men-Syariahkan nusantara.


BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: