Rabu, 08 Februari 2017

Perempuan dalam Balutan Hitam

ps://lapmiad.blogspot.com/

Karya: Ulfah
(KOHATI Kom. FKIP Unismuh Makassar )
 
Anggap saja dia "Saripa". Hidupnya yang penuh dengan kejutan antara musim panas yang sungguh gerah di tempatnya, hidup jauh dari keramaian kota. Hanya ada pohon bambu menjulang tinggi sepanjang jalan bebatuan, tempat menemukan tumbuh-kuatnya perasaan. Seorang diri.

Silih berganti rutinitasnya, pekerjaan yang beda dengan perempuan lainnya. Ia anak yang romantis dan sentimentil, yang cenderung menyendiri. Sedikit teman dan bisa terharu berlinang air mata. Saat padi-padi di sawah merunduk, saat itulah ia menghirup bauh kemenyang pesta adat berlangsung dan saat itu sengaja brlambat-lambat untuk merasakan keheningan syahdu ruang-ruang. kosong.

Ia dipandang melankolis. Hanya di desa, saat kulitnya mengilap keemasan dari teriknya matahari dan perutnya kenyang oleh buah-buahan matang, berlarian di sawah bersama ibunya. Ia tersenyum dan gembira.

Ibunya berkata,
Inilah perempuan yang sesungguhnya, sedangkan yang satunya, di kota adalah seekor betina yang sedang hibernasi.
Saripa tumbuh menjadi wanita dewasa. Ia memasuki masa remajanya dengan tiba-tiba. Perwatakannya yang ninggrat kulit zaitun dan mata hitam. Turunan yang di warnai dari ibunya dan dari ia mndapat keelokan yang tidak dimiliki oleh marga ibu kota.

Ia makhluk yang dapat mencari hiburan, belajar. dan bermain sendiri bersama mainan tradisionalnya. Membuat berbagai garisan petak di tanah dan melompat dengan sentakan kaki. Petak demi petak dengan hitungan. Serre,rua,tallu (1,2,dan 3.,,,)
Bersambung..

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: