banner here

Sekretaris HMI Kom. Ekonomi Unismuh Makassar, Menentang Tegas Sertifikasi Ulama

advertise here

LAPMI Ahmad Dahlan
Wacana sertifikasi bagi ulama dan mubalig terus bergulir. Pro dan kontra pun hadir, baik di kalangan ulama maupun di kalangan mahasiswa. Salah satunya Idil, selaku Sekretaris HMI Kom. Ekonomi Unismuh Makassar Cabang Gowa Raya, Kamis (9/2/2017)

Sekretaris HMI Kom. Ekonomi Unismuh, sangat menentang tegas kebijakan pemerintah. Menurutnya, Ulama dan Khotib bukanlah sebuah profesi, atau gelar seperti sarjana, diploma atau gelar lainnya dari sebuah lembaga.  Ulama dan khotib, jika hanya ingin diakui bukan karena sertifikasinya, bukan karena mendapat lisensi dari negara ataupun ormas-ormas melainkan hanya Tuhan. Seperti yang diungkapkannya. 

"Ulama dan khotib itu bukanlah sebuah profesi, gelar seperti sarjana, diploma ataupun gelar lainnya dari sebuah lembaga. Ulama dan khotib itu diakui bukan karena sertifikasinya, bukan karena mendapat lisensi dari negara ataupun ormas-ormas lainnya, Oleh karena itu, tidak perlu ada sertifikasi karena yang paling berhak memberikan sertifikasi hanya tuhan. Negara ataupun ormas-ormas seperti di beritakan itu, tidak berhak memberikan lisensi."

Ia juga mengatakan bahwa Ulama dan khotib bukan untuk mencari rupiah dan jika ada yang mengklaim dirinya sebagai ulama, udztas, menerima lisensi/rupiah sama halnya mempertegas kepongahannya dan kesombongannya. 

"Ulama dan khotib walaupun pada kenyataannya sekarang ini kemungkinan dijadikan untuk mencari rupiah. Jika mereka memberikan lisensi dan menerima rupiah, Ulama dan Udztas mempertegas kepongahannya dan mempertegas kesombongannya."

Sekretaris HMI Kom. Ekonomi Unismuh Makassar juga berpesan untuk orang berilmu dimanapun itu tidak usah bertengkar soal sertifikasi ini, karena sudah jelas yang berhak adalah Tuhan. Jangan sampai polemik tersebut mengganggu dan menyibukkan mereka untuk tidak fokus mengawal agenda keummatan.