Rabu, 31 Mei 2017

Teguran Alam di Bulan Ramadhan

Oleh: Akbar

Ada beberapa fenomena alam yang terjadi akhir-akhir ini di pulau sulawesi dan sebagian besarnya terjadi di sulawesi selatan termasuk bencana alam yang menimpa kabupaten bulukumba. Dengan kejadian ini perlu kita renungi bersama sebagai makhluk berpikir (manusia) bahwa fenomena alam ini tidak serta merta akan terjadi tanpa sebab.

Gempa bumi yang terjadi di Palu Sulteng berkekuatan 6,6 skalaricter yang dirasakan getarannya sampai ke Enrekang dan Kota Palopo, tanah longsor di Luwu Timur dan di Sinjai dan banjir yang terjadi di Kota Bulukumba. Peristiwa ini terjadi atas kehendakNya sebagai peringatan atas ulah tangan manusia seperti yang dijelaskan dalam firmanNya: Q.S. Ar-Rum:41

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).

Atas kejadian bencana alam tersebut apalagi terjadi pada bulan suci ramadhan itu artinya ada hal-hal tertentu yang perlu diperbaiki di hadapanNya. Saya teringat atas kedzaliman Israel ke Palestina waktu itu sehingga Allah membakar Israel sampai hangus yang tak mampu dipadamkan oleh Israel sendiri.  Itu artinya beberapa daerah yang dilanda bencana ada yang terjadi kedzaliman dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Entahlah kedzliman dalam bentuk apa? berkaitan dengan masyarakat tentunya dengan adanya pembabatan hutan secara liar biasanya juga terjadi, membuat sungai-sungai semakin sempit jalannya volume air dan bahkan perzinahan ada dimana-mana disetiap sudut kota.
Dan yang berkaitan dengan kedzaliman pemerintah setempat sudah tidak lazim lagi kita dengar bahwa biasanya penbangunan irigasi yang tidak tepat sasaran dan bahkan dikerjakan tidak sesuai anggaran dab tidak adanya pemeliharaan sungai sehingga saat musim hujan volume aliran airnya meluap yang mengakibatkan banjir. Oleh karenanya ALLAH swt memberi peringatan kepada manusia berupa bencana alam atas ulah tangan manusia untuk pencucian dosa-dosa kita baik dosa pribadi maupun dosa sosial. Dan tentunya Allah Swt tak ingin melihat kedzaliman terjadi di muka bumi tak apalagi jikalau itu kedzaliman pemerintah setempat kepada rakyatnya.
Pemerintah setempat Dzalim kepada rakyatnya jika hanya menebarkan janji dan tidak menepatinya serta tidak mendengarkan dan mengamalkan keluhan-keluhan rakyatnya. Dan bahkan terkadang penguasa(pemerintah) hanya bersolek depan kaca dan melakukan pencitraan tanpa implikasi kerja yang nyata tak apalagi kalau hanya hadir untuk Korup dari APBD/APBN yang notabenenya hasil pajak dari rakyat. Hal inilah yang ingin dibersihkan oleh Allah Swt melalui bencana alam dan merupakan peringatan untuk kembali ke jalan yang benar.

Dalam FirmanNya: (Q.S. Al-A’raf: 56-58)
Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdo’alah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerh yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.”

Gowa, 31 Mei 2017

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: