Senin, 14 Agustus 2017

72 Tahun Kemerdekaan Indonesia Dibawah Tekanan

Oleh: Akbar, S.Pd. Pengurus LPPM Sul-Sel dan Aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) 


Usia kemerdekaan Indonesia sudah semakin tua. Kini, telah 72 tahun kemerdekaan yang di proklamirkan oleh bapak proklamator Ir. Soekarno Presiden Pertama RI pada 17 Agustus 1945 dari penjajahan Portugis, Belanda dan Jepang. Kolonial Belanda menjajah Indonesia selama 3 setengah abad lamanya dengan berbagai agresi militernya yang berhasil dilawan oleh para pahlawan bangsa. Alhasil, Para Ulama dan Pemuda turut serta dalam kemerdekaan RI.

[lock]Sekarang, Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden ke 7 bapak Ir. Joko widodo. Masanya hanyalah Kemerdekaan sebatas buah bibir sejarah saja dan hanya berupa iring-iringan perayaan semata, yang tentunya rakyat sekarang belum merasakan kemerdekaan bangsa dari perjuangan dari para Pahlawan bangsa ini. Malah sekarang rakyat indonesia berada dalam tekanan asing-aseng dengan hadirnya wajah kepemimpinan Jokowi. Situasi ekonomi politik Indonesia kian amburadul sangat dirasakan rakyat menengah kebawah, dimana semuanya adalah merupakan krisis termasuk juga krisis mental, seperti yang diinginkan Jokowi yaitu revolusi mental, yang berakhir dengan diajarinya rakyat indonesia mental tahan banting dari segala tekanan asing-aseng sebagai wajah baru dari penjajahan cina dan amerika dengan model penjajahan Neo-Kapitalismenya.[/lock]
[next]
Yang nampak jelas sekarang di hadapan kita adalah penjajahan secara mentalitas oleh cina dengan adanya pembangunan patung raksasa menjulang tinggi di jawa yaitu patung panglima perang cina, dan beberapa tempat ibadah yang berminiatur ala negeri tirai bambu.

Sungguh naas nasib bangsa ini, sudah 72 tahun merdeka namun semakin terjajah di tangan bapak presiden Jokowi yang terhormat oleh asing aseng. Betul bahwa arti kemerdekaan adalah kebebasan, namun kebebasan yang tertuang hanyalah kebesan asing aseng di negeri ini untuk mengotak atik tatanan perkonomian dan politik indonesia banhkan sampai kepada hukum. Saya hanya bertanya dalam hati sebenarnya Indonesia ini yang mana? Kenaapa saya bertanya demikian karena saya belum melihat jati diri Indonesia yang diperlihatkan oleh para peminpin bangsa ini sekarang seperti yang menjadi cita-cita luhur pendiri bangsa ini.

Betapa rusaknya dan hancurnya kemerdekaan RI yang ke 72 tahun ini. Ditengah rezim Jokowi, para ulama dan pengkritik terus menerus di kriminalisasi dan sampai dengan pembubaran ormas Islam yang di anggapnya melawan Pancasila, dan besar keyakinan saya bahwa suatu saat akan terjadi pembubaran Ormas, OKP dan bahkan Partai Politik yang berasaskan Islam. Lebih parahnya lagi, pada pemerintahan rezim ini ketua DPR RI sudah ditersangkakan dalam kasus E-KTP. Namun masih memimpin DPR RI, sungguh memalukan kan? Tapi itu tak seberapa memalukannya, masih ada dana haji yang akan dialihkan lagi ke infrastruktur dan yang lebih menyedihkan MUI dan NU malah mendukung hal itu. Aneh bin ajaib kan negeri ini sekarang?
[next]
Presiden Joko Widodo ingin menjadikan Indonesia sebagai boneka negara Cina, dimana semua kebijakan pemerintah, hingga buruh kasar pun didatangkan dari Cina. Terlihat di beberapa proyek besar, di Sulawesi Selatan misalnya PLTU yang terletak di Kabupaten Jeneponto, sebagian besar pekerjanya merupakan dari Tiangkok. Kebijakan ekonomi nasional dibawah kepimpinan Jokowi telah menjadi kebijakan ekonomi yang protektif dan menghancurkan pertumbuhan ekonomi secara serius.

Jokowi mengajarkan swasembada pangan, tetapi akibatnya adalah kenaikan harga yang akhirnya mendorong jutaan orang masuk jurang kemiskinan. Jokowi berjanji untuk membangkitkan ekonomi melalui reformasi birokrasi, infrastruktur dan menciptakan jaringan transportasi maritim (tol laut). Sayangnya, meskipun sudah banyak uang dialokasikan untuk infrastruktur, hampir tak ada pembangunan yang berarti di bidang ini.

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN INDONESIA KE 72
MERDEKA....MERDEKA....MERDEKA.....




BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: