Kamis, 10 Agustus 2017

Akhirnya, Dua Polisi Bulukumba Penganiaya Telah di Vonis



Bulukum - Bripka Fitriani, satu dari dua terdakwa oknum polisi Polres Bulukumba, pelaku penganiayaan hingga tewasnya mendiang Syamsuddin di Sel tahan Polres Bulukumba beberapa waktu telah divonis bersalah dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Bulukumba. Rabu (9/8/17).


Pembacaan vonis Bripka Fitriani di Pengadilan Negeri Bulukumba, Jl Kenari. Rabu (9/8/17).

“Berdasarkan putusan hukum tersebut, majelis mengambil putusan, untuk terdakwa Fitriani, membebaskan terdakwa dari dakwaan primer dan tidak terbukti, namun terdakwa dinyatakan didakwa dalam dakwaan sekunder yang terbukti melakukan penganiayaan dan menjatuhkan putusan selama 5 tahun dan 6 bulan,” Ungkap Humas PN Bulukumba, Atrif kepada awak media usai sidang.

Bripka Fitriani dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang berujung tewasnya tahanan saat jalani penyidikan.

Sedangakan satu terdakwa oknum Polisi lainnya, Muh. Rijal juga dijerat pasal yang sama atas UU penganiayaan, dengan tuntutan penjara selama satu tahun dipotong masa tahanan.

Atas putusan ini, pihak jaksa penuntut umum diberi waktu selama 7 hari untuk mangajukan banding.

Selain kedua Oknum Polisi ini, PN Bulukumba lebih dulu telah menetapkan kepada terdakwa Akbar Bahri dan Akbar Yusuf sebagai terdakwa dan dijatuhi vonis penjara selama 2 Tahun kurungan. Keduanya merupakan anak dibawah umur yang ikut terlibat penganiayaan saat itu.

Sementara itu, sejumlah kerabat dan pihak keluarga mendiang Syamsuddin yang turut menyaksikan sidang vonis tersebut mengaku kecewa dengan hasil putusan ini.

Mereka menilai jika hukuman yang diberikan kepada pelaku tidak semestinya, apalagi menurutnya merupakan pembunuhan berencana.

“Kami sangat kecewa dengan putusan ini, yang dilakukan Fitrini dan RIjal itu merupakan pembunuhan berencana, kami akan kembali melanjutkan laporan ini ke Komnas HAM,”!Ungkap Rahma salah seorang kerabat mendiang Syamsuddin.

Kegaduhan dan aksi saling dorong sempat terjadi di depan pintu masuk pengadilan, dengan menggunakan pengeras suara kerabat Mendiang Syamsuddin yang tidak terima dengan putusan ini berteriak-teriak.


(Iwan) 

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: