Senin, 07 Agustus 2017

Biadab! Polisi Israel Serang Jamaah yang Sedang Salat


Internasional, IDekspress - Bentrokan terjadi antara polisi Israel dengan warga Muslim Palestina di kompleks Masjid Al Aqsa, Jerussalem, Jumat (21/7/2017). Akibatnya, sebanyak tiga tewas dan ratusan lainnya luka.

Bentrokan dipicu atas tindakan polisi Irael yang semena-mena mengusir warga Muslim yang hendak menunaikan salat, setelah pemerintah Israel mengeluarkan larangan salat di Masjid Al-Aqsa bagi warga berusia di bawah 50 tahun.

Dalam bentrokan, tampak polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah jamaah agar segera meninggalkan area masjid.

Lebih brutal lagi, berdasarkan video Al Jazeera, tampak seorang jamaah malah ditendang polisi hingga terpental ketika sedang menunaikan salat. Aksi brutal tersebut kemudian dikecam warganet dari berbagai penjuru.

Dikutip dari BBC Indonesia, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri "mengutuk tindakan kekerasan pihak keamanan Israel" yang menyebabkan kematian tiga warga Palestina di Jerusalem Timur.

Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan "menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM, termasuk pembunuhan terhadap jemaah yang berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al Aqsa."

Para kerabat mendiang Mohammed Abu Ghannam, yang tewas ditembak dalam bentrokan dengan aparat Israel, berduka saat mengantarkan jenazah ke permakaman.

Para kerabat mendiang Mohammed Abu Ghannam, yang tewas ditembak dalam bentrokan dengan aparat Israel, berduka saat mengantarkan jenazah ke permakaman. (AFP/GETTY IMAGES)

"Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bersidang dan mengambil langkah untuk memberhentikan tindak kekerasan keamanan Israel di Kompleks Masjid Al Aqsa. Indonesia juga telah mendesak agar OKI dapat segera lakukan pertemuan darurat untuk membahas situasi di kompleks Al Aqsa," sebut pernyataan Kemenlu RI.

Kepada pemerintah Israel, Kemenlu RI "mengingatkan" bahwa Masjid Al-Aqsa harus dapat diakses semua umat Muslim. 

Pernyataan itu mengemuka setelah tiga warga Palestina tewas dibunuh saat bentrokan dengan aparat keamanan di Jerusalem Timur dan Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun tewas ditembak di sebuah kawasan permukiman Jerusalem Timur dekat lokasi bentrokan.

Otoritas Palestina tidak merinci pihak mana yang berada di balik penembakan tersebut. Individu kedua meninggal dunia setelah mengalami luka berat dalam bentrokan.



BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: