Selasa, 29 Agustus 2017

Buku Ulas Nurdin Halid, Siap di Bedah di Seluruh Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan


Lensapos.com - Bertempat di Posko utama GNH17 Jalan Penghubur, Kota Makassar, Senin, 27 Agustus 2017, tim pemenangan GARDA RUMAH NURANI NH-AZIZ menggelar pertemuan membahas tingginya animo masyarakat terhadap buku "NURDIN HALID SOSOK TANPA NAMA BESAR".  Dalam pertemuan itu, Affandi Ismail, Ketua Umum Tim pemenangan yang khusus menyasar generasi muda itu melaporkan bahwa buku itu mendapat respon positif dari kalangan pemuda, khususnya mahasiswa.

"Buku itu menjadi kontroversi di tengah informasi yang berkembang selama ini yang merugikan Pak NH. Juga menjadi penyeimbang atas kampanye negatif yang mulai menyerang beliau secara massif yang ditemukan di beberapa daerah, seperti, Bulukumba, Bone, Wajo, dan Luwu," Lapor Fandi, panggilan akrab Ketum Garda Rumah Nurani NH-AZIZ tersebut.

Menurut Fandi, bahwa jaringan Garda Rumah Nurani NH-AZIZ dari kalangan mahasiswa dan pemuda dari berbagai kampus dan daerah di Sulsel meminta buku itu dibedah. Karena buku itu memberikan informasi baru dan berbeda, sehingga generasi muda memiliki referensi yang memadai di dalam memberikan penilaian terhadap sosok Nurdin Halid sebagai Calon Gubernur.  Karena informasi yang mereka peroleh selama ini, semuanya menyudutkan Ketua Harian DPP Golkar itu.

Azis Halid, Pembina Garda Rumah Nurani NH-AZIZ, yang memimpin pertemuan,  menyambut positif saran bedah buku itu dilakukan.

"Saya meminta Garda membentuk tim dan rencana kerja untuk bedah buku itu. Saya berusaha menghadirkan penulisnya kalau dianggap perlu dihadirkan," ujar Aziz, yang juga adik kandung Nurdin Halid, sembari melirik ke arah penulis  yang dimaksud.

Begitu pula Yarifai Mappeaty, penulis buku "Nurdin Halid Sosok Tanpa Nama Besar", yang  turut hadir dalam pertemuan itu atas undangan Azis Halid. Fai, panggilan akrab sang penulis, yang diundang untuk memberi penjelasan kepada Tim Garda terkait proses penulisan buku itu, juga mendukung bedah buku itu dilakukan.

"Saya sudah memperkirakan kalau buku itu akan menimbulkan kontroversi. Tetapi kontroversi itu hendaknya dilihat secara positif. Artinya, masyarakat memiliki perhatian kepada Pak NH. Pada gilirannya, kontroversi itu akan menstimulasi munculnya diskursus yang bersifat dialektis, " ungkap Fai. 

"Bedah buku itu perlu dilakukan. Selain akan memberikan informasi lebih jauh  tentang sosok Pak Nurdin Halid yang sebenarnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya, juga untuk merangsang tumbuh-kembangnya budaya literasi dan tradisi menulis di kalangan generasi muda," tambahnya.

Menurut Fandi bahwa pertemuan itu memutuskan  dalam waktu dekat, Tim Pemenangan GARDA RUMAH NURANI NH-AZIZ akan melaksanakan bedah buku di kampus-kampus serta kabupaten/kota se-Sulsel. Tujuannya, antara lain, untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan sosok Nurdin Halid kepada semua kalangan dan lapisan masyarakat Sulsel.  Bedah buku itu adalah sebuah tradisi intelektual dan suatu upaya konstruktif yang dapat dilakukan oleh Garda Rumah Nurani NH-Aziz untuk memperkenalkan sosok Nurdin Halid  sebagai tokoh Sulsel yang malang melintang di pentas politik nasional, yang kini menjadi salah satu Calon Gubernur Sulsel 2018 - 2023.

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: