banner here

Kepala Desa Mattoanging Larang Excavator Bantuan KKP Beroperasi di Desanya

advertise here

Lensapos.com - Dalam rangka peningakatan kesejahteraan masyarakat di bidang budidaya tambak dan air payau pemerintah dari Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan excavator bagi para kelompok pembudidaya tambak dan air payau untuk meningkatkan pembuatan dan pemeliharaan budidaya tambak dan air payau agar terjadi peningkatan hasil panen ikan dan udang demi kesejahteraan rakyat. 

Bantuan tersebut di berikan langsung oleh KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan di seluruh indonesia dan salah satunya bantuan tersebut masuk di Kec. Kajang, Kab. Bulukumba.

Zainuddin kepala desa Mattoanging "excavator bantuan KKP itu masuk beroperasi di desaku tanpa ada sepengetahuanku karena tidak ada pemberitahuan apalagi izin yang masuk sama kami untuk melakukan pekerjaan pengerukan sungai dari proyek PSDA, tapi sudah saya larang untuk melakukan pekerjaan disitu karena saya anggap tidak menghormati saya sebagai pemerintah desa disini.

Kemudian hasil pengerukannya juga yang berupa material mereka angkut keluar dari desa kami sementara kami juga butuhkan material itu, katanya proyek itu adalah dari dana aspirasi salah satu anggota dewan Provinsi yang asal Bulukumba. 

Sementara salah satu masyarakat lembanna juga Pak Supriadi mempertanyakan keberadaan dan peruntukan excavator bantuan kementerian kelautan dan perikanan tersebut yang ada pada rapat RKP Desa lembanna kec. Kajang, Sabtu, (19/8/2017) di kantor desa lembanna Kec. Kajang.

"Sebenarnya peruntukkan excavator bantuan kementerian kelautan itu untuk apa? Apa sudah benar peruntukannya kalau beroperasi kerja proyek PSDA dengan pengerukan sungai?" Tanyanya di hadapan para peserta rapat RKP Desa lembanna.

Sekjend LPPM Sulsel Akbar pun angkat bicara soal bantuan KKP tersebut saat dikonfirmasi oleh LensaPos melalui via whatsapp 
"Beberapa waktu lalu kami dari LPPM Sulsel sudah pernah pertanyakan keberadaan dan peruntukkan excavator bantuan KKP tersebut yang sebelumnya beroperasi di desa lembanna Kec. Kajang saat itu kerja proyek dari PSDA, namun ada hal yang membuat bingung dan sedikit lucu karena bekerja tidak sesuai perutukannya bantuan tersebut apalagi sampai mengerjakan aspirasi anggota dewan yang bukan untuk pekerjaan budidaya tambak dan perikanan, itu kan lucu padahal peruntukan bantuan alat berat itu untuk budidaya tambak perikanan dan air payau. Salah satu kekhawatiran kami jika alat tersebut disalah gunakan dan di jadikan sebagai kepemilikan pribadi yang sejatinya untuk rakyat, tapi semoga saja kekhawatiranku ini salah". Tutupnya

(Iwan)