Selasa, 22 Agustus 2017

Kilas Balik !!.. Diganjar Tokoh Perubahan, Ini Prestasi Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah


Lensapos.com - Berjarak dua ribuan kilometer dari Jakarta, Kabupaten Bantaeng mungkin tak banyak dikenal orang. Namun siapa sangka, di daerah kecil itulah sebuah potret perubahan daerah menuai banyak apresiasi dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Adalah Bupati Nurdin Abdullah (52 tahun). Profesor bidang agrikultur itu berhasil menggerakkan perekonomian dan potensi Kabupaten Bantaeng menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi dan kesehatan yang cukup fantastis.

‎Kali ini apresiasi itu diberikan kepada Prof Nurdin dengan penghargaan sebagai 'Tokoh Perubahan' oleh media Republika bersama kepala daerah lain yaitu Tri Rismaharini dan Abdullah Azwar Anas, termasuk Din Syamsuddin dan dua pemuda berprestasi lain.

"Saya yakin tidak semua tahu Bantaeng di mana. Bantaeng kabupaten kecil dan merupakan kabupaten tertua di Sulawesi Selatan yang menjadi pusat pemerintahan Belanda dan pusat perdagangan," kata Nurdin memulai sambutannya sebagai tokoh perubahan Re‎publik di Ballroom Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2015) malam.

Nurdin menjelaskan, sebelum dirinya menjabat bupati tahun 2008, Bantaeng dulu termasuk 199 daerah tertinggal di Indonesia. Tiap tahun dilanda banjir dengan infrastruktur dan layanan kesehatan yang buru‎k. Pertumbuhan ekonominya pun hanya 4,7 persen.

‎Namun dengan kemampuan yang dimilikinya, daerah yang memiliki luas 395,83 Km atau tak lebih besar dari Pulau Madura itu berhasil diubah dan ditingkatkan perekonomiannya. Nurdin mensiasati APBD sebesar Rp 821 miliar dengan menggalang sumber lain.

"Kami menjaring kerjasama dalam dan luar negeri," ujar lulusan lulusan Khyusu University Jepang itu sambil memegang piala penghargaan.

Turut hadir dalam acara itu sejumlah tokoh yaitu Kapolri Badrodin Haiti, ketua KPK Taufikurrahman Ruki, ketua MPR Zulkifli Hasan, ketua DPD Irman Gusman, Menteri Komunikasi Rudiantara, Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Menakertrans Hanif Dahiri, dan mantan menteri Djoko Suyanto.

Salahsatu usahanya adalah menciptakan layanan kesehatan 24 jam 'mobile ambulans'. Berkat jaringannya yang luas, Nurdin berhasil menghadirkan ambulans yang merupakan modifikasi mobil Nissan Elgrand itu hibah dari pemerintah Jepang‎.

‎"Sejak 5 tahun lalu ketika ada masyarakat sakit, 24 jam cukup telepon 113, maka dokter, perawat hadir di rumah. Dan semuanya dilayani gratis didukung 20 dokter dan 24 perawat," papar bupati yang pernah tinggal 8 tahun di Jepang itu disambut tepuk tangan ratusan undangan yang hadir.

Ambulans itu terbilang canggih dan bisa disebut rumah sakit berjalan lantaran fasilitasnya yang lengkap. Mulai dari alat pacu jantung, infus, oksigen, kelengkapan obat-obatan, hingga bisa melakukan operasi dan pelayanan persalinan bagi ibu melahirkan.

"Dengan layanan ini kami mampu menekan angka kematian‎ ibu nol persen di Kabupaten Bantaeng," ucapnya.

Tak hanya bidang kesehatan, kemampuannya dalam agrikultur betul-betul dimanfaatkan dalam peningkatan perekonomian daerah, terutama dalam hal ketahanan pangan. Bantaeng bisa surplus 21 persen di bidang pangan.

‎"7 tahun memacu pertumbuhan ekonomi 4,7 persen data BPS, mengalami pertumbuhan 9,2 persen. Dan sekarang Bantaeng jadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan," tutur bupati yang tampak kalem itu.

Capaian yang diperoleh Kabupaten Bantaeng itu bahkan sempat terdengar negeri Paman Sam. Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate‎ terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.

‎"Dan Bantaeng saat ini menjadi laboratorium pilihan bagi 104 kabupaten kota untuk studi banding tahun 2014," tutupnya kembali disambut tepuk tangan.

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: