Senin, 14 Agustus 2017

Presiden Lagi Di Cuekin, PDIP Ingin Belah Rakyat


Lensapos.com - PDI Perjuangan ogah ikut-ikutan partai pendukung pemerintah lainnya, yang mendeklarasikan dukungan terhadap Joko Widodo di Pilpres 2019. Mereka menilai hal itu terlalu dini.

"Ada saatnya bagi kami untuk berbicara terhadap pencalonan tersebut. Kami tidak ingin membawa suasana pilpres terlalu di depan yang  membuat suasana politik ke persaingan yang tidak perlu," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Lenteng 
Agung, Jakarta, Minggu (13/8).

Hasto menilai deklarasi yang dilakukan saat ini belum tepat. Apalagi, problematika bangsa tengah rumit.

Karenanya, PDIP lebih baik memberi dukungan yang efektif, agar Jokowi bisa lebih berhasil dan lebih baik lagi dalam menuntaskan tugas-tugasnya, dan memberi perubahan bagi rakyat Indonesia.

"Skala prioritas PDIP bukan sekedar ikut-ikutan deklarasi. Bagi kami dukungan yang lebih penting adalah memberikan dukungan yang lebih 
efektif," tutur Hasto.

Lagi pula, kata dia, PDIP memiliki tahapan untuk menentukan calon presiden dan wakilnya. Mereka juga memiliki syarat utama di dalam 
mencalonkan pemimpin. Yakni membumikan Pancasila untuk rakyat dan meletakan masa depan lebih baik bagi Indonesia.

Namun yang pasti, PDIP selalu memberi kesempatan bagi kadernya yang telah memimpin untuk mencalonkan kembali. Itu jikalau rakyat 
menghendakinya.

"Kami masih punya waktu agar ketika partai memberi dukungan, senafas apa yang dikehendaki rakyat. Kami tidak ingin adanya gap antara 
kehendak partai dan kehendak rakyat," sebut pria kelahiran Yogyakarta itu.

Termasuk mendapat restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Dengan demikian ketika tiba waktunya kami akan berbicara pasangan calon presiden dan wakil presiden dari PDIP," pungkas Hasto.


(Akbar)


BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: