Rabu, 30 Agustus 2017

Ricuh!!.. Orang Tua/Wali Siswa Tanyakan Pungutan Tahunan dalam Rapat Komite SMA Negeri 18 Bulukumba,


Lensapos.com - Pada awal tahun ajaran sekolah 2017/2018 pada hari rabu 30 agustus 2017  merupakan Agenda sekolah mengadakan rapat koordinasi orang tua siswa dengan komite sekolah. Setelah hari pertama masuk sekolah di tahun pelajaran baru yakni tahun pelajaran 2017/2018 agenda rapat orang tua siswa secara rutin dilakukan di awal tahun pelajaran baru.

Tujuan diadakannya rapat orang tua siswa yaitu untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan peserta didik di SMA Negeri 18 Bulukumba selama setahun ke depan, supaya orang tua siswa mengetahui apa saja kegiatan anak-anaknya selama di sekolah.

Selain itu, kesepakatan biaya dana partisipasi masyarakat atau dana sumbangan pendidikan juga di musyawarahkan dalam rapat koordinasi ini. Sehingga orang tua mengetahui dan mengambil kesepakatan bersama antara sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa. Selama acara rapat musyawarah berlangsung perdebatan cukup alot hingga rapat selesai.

Rapat komite SMA NEGERI 18 BULUKUMBA, rencana penggunaan anggaran dana partisipasi masyarakat tahun pelajaran 2017/2018. ketua komite H.  Nurman menjelaskan bahwa tahun ajaran 2017/2018 akan menganggarkan rencana pembangunan dana partisipasi dari orang tua siswa sebesar Rp 257, 475,  000. dengan jumlah kelas X, XI, dan XII 390 siswa dan jumlah siswa bersaudara 15 siswa. dan dapat di lihat pada lembar rencana pembangunan anggaran. 

salah satu orang tua/wali siswa mempertanyakan terkait masalah komite di tahun 2015 dan di tahun 2016, tentang penggunaan dana secara transpransi kepada orang tua siswa yang hadir di rapat komite ini,  namun bendahara memaparkan berdasarkan slide power point. bendahara sekolah sekali gus bendahara komite tidak menjelaskan sama sekali tentang anggaran dana bos tetapi fokus pada anggaran komite. komite di tahun 2016 siswa di wajibkan bayar sebesar Rp 195/3 bulan untuk pembayaran insentif honorer sebesar Rp 10 ribu per jam sesuai pemaparan bendahara komite. 

di sambungkan oleh orang tua/wali siswa bahwa komite melakukan pungutan sebesar itu terhadap siswa dengan alasan gaji honorer di tahun ajaran 2015/2016 dan 2016/2017. Tutur Supardi yang sebagai wali siswa.

Salah satu siswa sempat wawancara “pungutan komite di tahun 2016 apabila siswa tidak membayar maka di beri sanksi untuk tidak ikut ujian dan bahkan tidak di biarkan masuk belajar dengan alasan belum membayar. anehnya siswa sementara belajar tetapi belum membayar komite maka pihak sekolah mengeluarkan siswa tersebut dari kelas dan bahkan tidak dibiarkan ikut ujian semester”.. jelas siswa yang enggang disebutkan namanya. * 


(Akbar)


BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: