banner here

Terkait Jenazah Ditandu Pakai Sarung, Ini Dukungan dan Harapan LSM LPPM Sul-Sel Ke Bupati Bulukumba

advertise here


Lensapos.com - Bupati Bulukumba AM. Sukri Sappewali akan segera mencopot kepala puskesmas kajang yang telah menelantarkan jenezah yang meninggal di puskesmas kajang dengan tidak memberikan izin penggunaan ambulance hingga hanya digotong oleh keluarganya menggunakan sarung. Alasan kepala puskesmas kajang karena takut melanggar regulasi yang ada yang dikeluarkan oleh Bupati melalui surat edaran.  

Pernyataan resmi bupati untuk mencopot kepala puskesmas di hadapan para mahasiswa yang sedang melakukan aksi simpatik sejuta koin, saat itu Bupati Bulukumba AM. Sukri Sappewali melintas di jalan Sultan Alauddin depan kampus Unismuh makassar yang mengendarai mobil berplat DD 1 H turun dari mobilnya menemui para mahasiswa asal Bulukumba dan mengatakan “Kepala Puskesmas Kajang salah mengartikan apa yang saya sampaikan, makanya saya pulang ini untuk mencopotnya” ungkap AM. Sukri dengan menggunakan megaphone di hadapan puluhan mahasiswa asal Bulukumba.

Pernyataan Bupati Bulukumba tersebut menuai pro kontra dari berbagai pihak, ada yang mendukung Bupati dan ada pula yang tak sepakat dengan pernyataan Bupati Bulukumba tersebut karena dianggapnya kepala puskesmas kajang hanya taat pada regulasi.

Terpisah dengan Sekertaris Jrnderal LSM LPPM sulsel saat dikonfirmasi LensaPos melalui via whatsapp, Akbar Abba menuturkan “Kami dari LPPM Sulsel mendukung langkah Bapak Bupati Bulukumba untuk melakukan pencopotan atau mutasi terhadap kepala puskesmas kajang karrna kami yakin Bapak Bupati telah memikirkan matang-matang sebelum mengeluarkan pernyataannya untuk copot kapus kajang karena takutnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan pelayanan prima terkait kesehatan mungkin dalam pikiran Bapak Bupati seperti itu”. Tuturnya

Dari berbagai komentar dan sorotan terkait pernyataan Bupati Bulukumba AM. Sukri Sappewali banyak pihak menginginkan untuk dilakukan evaluasi regulasi yang ada dan tidak sepakat dengan pencopotan kepala puskesmas kajang.

Lanjut Akbar “Selain dari hilangnya prikemanusiaan kepala puskesmas kajang sebenarnya pelanggaran lain juga sudah pernah dilakukan seperti menggunakan ambulance pada kegiatan pribadi/keluarga dengan menggunakannya hadir di pesta pernikahan di kota makassar beberapa waktu lalu kemudian pernah juga dibawa ke Jakarta di luar dari kegiatan puskesmas atau pelayanan kesehatan dan tidak ada surat perintah dari dinas saya kami anggap ini juga jadi alasan Bapak Bupati untuk mencopot kepala puskesmas kajang jadi kami tetap mendukung langkah Bapak Bupati ini”.



“Harapan Solusi kami untuk Pemda ke depan agar tak terjadi hal yang serupa di kecamatan lain yakni Pemda harus anggarkan di RAPBD 2018 ini pengadaan mobil jenazah di tiap kecamatan minimal 1 unit/kecamatan dan buatkan regulasi khusus untuk membolehkan ambulance mengantar jenazah ke rumah duka minimal mengeluarkan surat edaran ke puskesmas se Kab. Bulukumba untuk menggunakan ambulance mengantar jenazah ke rumah duka dalam kondisi tertentu”. Tutup Akbar

(Iwan)