Kamis, 31 Agustus 2017

Tersandung Masalah, Kepsek SMA Negeri 18 Bulukumba Lepas Tangan Soal Komite Sekolah


Lensapos.com - Pada awal tahun ajaran sekolah 2017/2018 pada hari rabu 30 agustus 2017  merupakan Agenda sekolah mengadakan rapat koordinasi orang tua siswa dengan komite sekolah. Setelah hari pertama masuk sekolah di tahun pelajaran baru yakni tahun pelajaran 2017/2018 agenda rapat orang tua siswa secara rutin dilakukan di awal tahun pelajaran baru.

Tujuan diadakannya rapat orang tua siswa yaitu untuk mensosialisasikan kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan peserta didik di SMA Negeri 18 Bulukumba selama setahun ke depan, supaya orang tua siswa mengetahui apa saja kegiatan anak-anaknya selama di sekolah.

Selain itu, kesepakatan biaya dana partisipasi masyarakat atau dana sumbangan pendidikan juga di musyawarahkan dalam rapat koordinasi ini. Sehingga orang tua mengetahui dan mengambil kesepakatan bersama antara sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa. Selama acara rapat musyawarah berlangsung perdebatan cukup alot hingga rapat selesai.

Kepala sekolah SMA Negeri 18 Bulukumba dalam sambutannya “Saya tidak ingin mencampuri urusan komite dan saya tidak ingin [next] terlibat apalagi pada persoalan anggaran karena itu sangat sensitif apalagi kalau mau bicarakan yang sebelumnya karena saya masuk di sekolah ini awal tahun jadi tidak tau apa-apa, pada rapat koordinasi kali ini sengaja kami mengundang semua orang tua/wali siswa semata hanya ingin sosialisasi kegiatan-kegiatan sekolah termasuk terkait 8 jam di sekolah dan hanya 5 hari masuk sekolah jadi sabtu minggu libur dan itu pun kalau disepakati semua oleh orang tua/wali siswa” Tuturnya

Sedangkan sambutan ketua komite H. Nurman mengungkapkan pada sambutannya “Untuk mendukung semua kegiatan sekolah dan juga untuk gaji honorer maka perlu kita tentukan dan sepakati bersama besaran komite namun perlu dibedakan antara keluarga kurang mampu dan yang mampu”. 

Berbeda dengan wakil ketua komite Abdul Samad pada kesempatannya “Tidak ada yang namanya pungutan karena itu melanggar aturan tapi tetap ada [next]  partisipasi masyarakat/orang tua siswa dalam bentuk sumbangan seikhlasnya yang tidak ditentukan besarannya”. Jelasnya

Pada rapat koordinasi komite itu juga diberikan kesempatan para orang tua/wali siswa yang hadir dan langsung di tanggapi Oleh Akbar sebagai wali adeknya yang sekolah di SMA tersebut karena orang tuanya tidak sempat hadiri rapat tersebut. 

“Saya kurang sepakat dengan diberlakukannya masuk belajar sampai jam 4 sore dan masuk sekolah 5 hari karena sama hanya merampas hak sosial siswa dan juga butuh bermasyarakat dan hak mainnya, selain dari itu yang berprofesi tenaga honorer juga butuh kerja sampingan setelah pulang sekolah karena gajinya tak seberapa jadi kalau sampai jam 4 sore di sekolah honorer bisa apa kasihan untuk kehidupannya” ungkapnya

Terkait komite lanjut akbar [next]Apapun namanya jika ditetapkan besarannya maka itu adalah pungutan dan melanggar Permendikbud nomor 75 tahun 2016 pada pasal 10, 11 dan pasal 12 yang sangat jelas pada poin b untuk larangan pungutan kepada orang tua/wali siswa, selain dari itu komite tahun 2015 dan 2016 tercatat kurang lebih 400 siswa dan yang aktif membayar komite 375 orang dengan besaran Rp. 65.000/bulan namun banyak teman-teman honorer yang mengeluh karena tidak tidak sesuainya anggaran yang masuk dengan gaji yang di dapatkannya/triwulan, apakah itu yang namanya mensejahterakan honorer? Kan tidak lalu pertanyaannya anggaran tersebut kemana? Karena bendahara tidak menjelaskan detail yang mana anggaran komite dan yang mana dana BOS karena peruntukannya sangat beda” tutupnya

Pengakuan salah satu guru honorer yang enggang disebutkan namanya “setiap gajian yang membuat saya heran karena adanya potongan gaji tapi tidak ditahu untuk apa dan dikemanakan sementara gaji kami tidak seberapa kasihan kenapa lagi ada potongan”.  Sementara rapat berlangsung setelah ditanya terkait anggaran komite 2015 dan 2016 bendahara nampak geram dan mukanya terlihat merah dan bahkan meninggalkan ruang rapat tanpa alasan apa pun dan tidak kembali lagi di ruang rapat sampai rapat koordinasi komite dengan orang tua siswa/wali usai ditutup.


(Wawan) 

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: