Sabtu, 30 September 2017

Berani Buat Sprindik Baru, Pakar Hukum Pidana Sebut KPK Dapat Ditangkap


Lensapos.com -   Surat perintah Penyidikan (sprindik) dalam pra peradilan kasus E-KTP  Ketua sebelumnya telah dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk dibatalkan atas dasar tidak sah dan tak sesuai hukum. 

Hal ini, sehingga Pakar hukum pidana Fredrich Yunadi mengatakan bahwa jika terbitkan kembali sprindip baru, maka dapat dianggap melawan putusan hukum dan dapat dipidanakan. Pasalnya, putusan dari praperadilan tidak tidak bisa dikasasi dan di PK.

"Itu kan sudah inkrah berlaku seketika dan mengikat semua pihak. Berarti mereka bisa kita jerat dengan pasal 216 KUHP. Kita bisa juncto kan dengan pasal 421, tentang penyalahgunaan kekuasaan karena mereka punya kuasa yang mereka gunakan. Itu ancamannya 7 tahun," kata Fredrich saat dilansir dari Jawapos Sabtu (30/9). 

Sehingga menurut Fredrich, penyedik dapat ditangkap dan diperiksa oleh siapa saja yang mengelurkan sprindik,

"Jadi penyidik bisa lakukan penangkapan dan bisa kita periksa. Semua yang mengeluarkan sprindik-nya siapa, termasuk Dirdiknya, termasuk komisionernya, lima-lima nya bisa dijerat semua dan itu harus. Itu karena ‎penegakan hukum," tambahnya.

Dia pun mengingatkan agar KPK tidak bermain-main dalam memproses suatu kasus. Kasus yang sudah diputus pengadilan, tidak bisa dibuat sprindik baru. Jika KPK menerbitkam sprindik baru, maka dapat diproses hukum.

"Ya langsung kita akan lapor dan minta polisi lakukan penangkapan. Harus diusut karena itu pelanggaran hukum berat pasal 216 dan 421. ‎pasal itu sangat kuat. Tidak benar kalau KPK berani, itu wajib kita usut," ujarnya.

Untuk itu, KPK tidak bisa menetapkan kembali SN sebagai tersangka, karena berlawanan dengan aturan hukum.

"Kita sudah punya prosedur dan sudah punya koridornya masing-masing, jadi hormatilah hukum. Kalau dia merasa tidak terima silakan, carikan bukti-bukti yang lain yang bukan kasus e-KTP. Karena dalam kasus e-KTP tidak berhak. Seseorang tidak bisa diperiksa dua kali meski belum sampai di pokok perkara," tandasnya* 

(In/Lensapos.com)

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: