banner here

Dianiaya dalam Masjid, Anak Guru SD di Bulukumba Ungkap Kekecewaannya

advertise here

Lensapos.com - Peristiwa guru SDN No,. 216 lembanna yang dianiaya oleh wali siswa di dalam Mesjid Nurul Hidayah, Desa Lembang Lohe, Kec. Kajang, Kab. Bulukumba belum ada tindak lanjut atas masalah tersebut. Hal ini ditanggapi kekecewaan keluarga guru tersebut terutama dari anak Korban. 

“Kecewa pak, sangat kecewa. Pertama kecewa dengan perbuatan pelaku karena melakukan penganiayaan di mesjid namun Kapolsek tidak melakukan penahanan terhadap pelaku bahkan sampai saat sekarang ini pelaku masih bebas mondar mandir.” Ungkap via Whatsaap, Minggu, (3/9/2017).

Diketahui sampai saat ini korban yakni salman masih mengalami trauma dan rasa sakit dibadannya akibat insiden pemukulan tersebut. Bahkan, korban tidak ikut salat hari raya Idul Adha lantaran takut, 

“Sampai sekarang Bapak belum bisa masuk mengajar dengan alasan karena masih mengalami rasa sakit dan nyeri dibelakang telinga dan dadanya hingga sesak nafas akibat dari pemukulan tersebut. Kemarin juga dia tidak pergi shalat Ied  karena takut terjadi apa-apa lagi disana pak.” 

WJ pun berharap agar permasalahan tersebut diproses sesuai dengan hukum agar pelaku mendapat efek jera dan menjadi suatu contoh dihadapan masyarakat umum kalau kita ini diatur oleh Undang-Undang dan Guru-guru kedepannya tidak dipandang enteng oleh siswanya dan kami juga harap agar PGRI Bulukumba turut andil untuk mendampingi kasus ini agar prosesnya dipercepat. *

(Iwan)