Sabtu, 02 September 2017

Kapolsek Kajang Tak Profesional Atasi Masalah Penganiayaan Guru di Bulukumba

Kronologi Kejadian Pengniayaan Guru SDN No. 216 Lembanna 

Lensapos.com - Keluarga dari Guru SDN No. 216 Lembanna yang dianiaya dalam mesjid ini hingga dilarikan ke puskesmas, meminta sikap profesional dari Kapolsek Kajang. (2/09/2017).

Diketahui sebelumnya Kapolsek Kajang, Syamsul Bahri berjanji kasus penganiayaan guru akan ditindak lanjuti minggu depan.

" Kasus aniaya korban (Salman) rencananya minggu depan kita lanjutkan. Banyak yang temui kami terkait kasus tersebut. Kami sudah mediasi di kantor polsek. Hasilnya beliau terima permohonan maaf dari pihak terlapor melalui pribadi dan pemerintah desa Lembang Lohe. Namun kasus tetap lanjut." Ungkap melalui Whatsaap.

Akan tetapi, janji Kapolsek Kajang dalam memproses masalah penganiayaan belum juga tindaklanjuti. Kekecewaan tersebut diutarakan oleh Keluarga Korban yang meminta janji untuk menyelesaikan kasus ini dan meminta sikap profesionalnya sebagai polisi.


"Kami dari keluarga korban, menilai Kapolsek Kajang tak profesional sebagai polisi yang sudah berjanji akan menindak lanjut kasus ini selama seminggu, tapi sampai saat ini belum ada pekerjaan apapun yang dilakukan oleh kepolisian, hanya menemui kami terus bilang nanti-nanti."  Ungkap keluarga korban melalui telepon, Saptu (2/9/2017)

Selain itu, Keluarga Korban juga menceritakan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku. Kakek dari siswa tersebut, meminta keluarganya untuk menutup pintu dan kemudian dipukul, ditendang dan buat sujud meminta maaf atas kesalapaham tersebut.


(Ksatriawan) 

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: