banner here

Kejam!.. Guru SD di Bulukumba Dianiaya dalam Mesjid, Polisi Malah Diam

advertise here
Masjid Nurul Hidayah, tempat korban salat dan dianiaya.

Lensapos.com - 
Perlakuan kejam dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini seorang guru di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba ingin diparangi dan dianiaya di dalam mesjid disaat seluruh jamaah sedang berdoa oleh seorang wali siswa. Jumat, (25/08/2017).  

Guru SD Negeri No. 216 Lembanna, Salman dalam laporannya menceritakan bahwa kejadian ini bermula, ketika beristirahat diluar kelas dan duduk diatasnya motornya, tidak sengaja meludah tanpa melihat siswa tersebut yang sedang lari disampingnya. Namun, siswa ini langsung melaporkan ke orang tuanya. 

Tidak berselang lama, nenek dari siswa itu menemui sambil membawa parang. Beruntung masih ada guru SD dan SMP yang menasehati dan juga perkara ini telah diserahkan oleh Kepala Desa Lembang Lohe. (26/08/2017). 

Laporan korban, Salman kepada Kepala Kepolisian Sektor Kajang

Dianggap sudah selesai, salman memberanikan diri Salat Jumat di Mesjid. Namun, perlakuan sadis wali siswa tersebut kembali terjadi, hingga salman dipukuli, dan ditendang saat seluruh jamaah masih berdoa.

Tapi, guru tersebut tak berniat untuk membalas. Salman bertekuk lutut  minta maaf. Perlakuan itu menyebabkan korban sesak nafas dan nyeri di kepala hingga dilarikan ke Puskesmas Lembanna. 

Terkait laporan ini, ditanggapi langsung oleh Kapolsek Kajang, Syamsul Bahri yang mengatakan, 
"Pada hari senin tanggal 28 Agustus 2017, saya bersama kasi humas, kanit Binmas dan Kanit Patroli bersilaturahim ke rumah bapak Salman. Selanjutnya ke Kantor Desa Lembang Lohe." Ungkap melalui Group WA Bulukumba Accarita. 

Ditanggapi berbeda menurut keluarga korban, Akbar bahwa kasus yang dijanjikan akan di proses selama seminggu, namun sampai saat ini belum juga ada gerakan tindak lanjut bahkan BAP belum dilakukan oleh Kapolsek Kajang.  

"Kinerja kapolsek kajang belum ada, padahal sudah lebih seminggu, belum ada pengembangan kasus, bahkan korban belum di BAP. apalagi  karena, penganiayaannya dalam mesjid."

Tidak hanya itu, keluarga korban mengatakan bahwa sering ditemui, namun selalu ditanggapi katanya nanti, keluarga merasa kasus ini sengaja diperlambat



(Iwan)