Rabu, 20 September 2017

Lamban Tangani Kasus Guru Dianiaya Dalam Mesjid, Kapolsek Kajang Segera Dievaluasi

Lamban Tangani Kasus Guru Dianiaya Dalam Mesjid, Kapolsek Kajang Segera Dievaluasi -Lensapos.com
Dukungan Koalisi Pemuda dan Masyarakat Penegak Keadilan terkait kasus penganiayaan Guru SDN No. 216 Lembanna di Polsek Kajang, Kab. Bulukumba

Lensapos.com - Peristiwa guru SDN No. 216 lembanna yang dianiaya oleh wali siswa di dalam Mesjid Nurul Hidayah, Desa Lembang Lohe, Kec. Kajang, Kab. Bulukumba, yang mendekati Sebulan ini sampai sekarang belum menuai hasil.

Padahal, menurut keluarga korban bahwa "Pelaku telah mengakui dirinya melakukan penganiaayaan kepada Guru SDN No. 216 Lembanna pada tanggal 25 Agustus 2017 yang menendang bahu dan meninju di sekitar telinga dalam Masjid Nurul Hidayah Kecamatan Kajang."  Ungkap via Whatsapp, Kamis (21/9/2017). 

Selain itu,  keluarga korban menambahkan bahwa pada saat pemberian keterangan pelaku, Kanitreskrim Polsek Kajang, bingung ingin mengenakan pasal pidana ringan atau pidana berat dan keluarga korban berharap proses penindakan kasus tersebut bisa dipercepat dan mendapat hukum setimpal.

Tidak hanya itu,  desakan lambannya penindakan hukum penganiayaan Guru SD tersebut, juga di ungkapkan oleh Koalisi Pemuda dan Masyarakat Penegak Keadilan, Adi Puto Palaza,

"Kapolsek kajang agar membenahi struktur sehingga tidak lagi mengeluh  dalam menangani perkara dengan alasan kekurangan personil meskipun bukan hal yang menjadi tolak ukur melainkan profesional kerja mengembang amanah konstitusi dan kode etik kepolisian dan juga kapolres bulukumba segera melengkapi atau menambah personil ke polsek kajang yang merasa kekurangan sehingga kedepannya dapat berkerja maksimal."

Adhi juga juga mengatakan bahwa dirinya telah memberikan MOSI tidak percaya terhadap kinerja Kapolsek Kajang,

"Terlanjur kami menyatakan MOSI tidak percaya terhadap polsek Kajang olehnya kami minta Kapolres segera evaluasi Kapolsek Kajang."



(Risal)

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: