Minggu, 01 Oktober 2017

Sekolah di Lombok Timur Tidak Layak, Ini Teguran Keras Untuk Pemerintah

SD Islam Alkhair Kecamatan Sambalia,Lombok Timur
Lensapos.com. - Beberapa Daerah memiliki Sekolah yang layak untuk di huni sebagai prasana untuk mencerdaskan anak bangsa tapi tidak dengan Kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Salah satu warga yang mendapatkan tanah hibah, masyarakat Desa Belanting, yang penuh semangat mendirikan sekolah bernamanya SD Islam Alkhair.

Lembaga pendidikan ini sengaja didirikan demi memberikan fasilitas sekolah anak-anak sekitar, walaupun keterbatasan finansial dari pengelolanya. Akan tetapi hal itu tidak mengurangi semangat belajar dari siswa dan guru-gurunya.

Hal ini membuat Guru dan Siswa menjadi waswas lantaran setiap musim Hujan,. Mereka terancam libur khusus.

 "Bisa dilihat sendiri atapnya seperti apa. Kalau hujan, ruangan ini banjir dan anak-anak tidak bisa belajar. Jadi, kalau hujan sering diliburkan," tutur Kepala SDI Darul Khair Nasrudind di kutip dari
Lombok Post (Jawa Pos Group)

Memang, bangunan yang memprihatinkan itu menggunakan atap ilalang. Dindingnya pun terbuat dari bambu yang sudah koyak di sana-sini. Atapnya terlihat bocor dan dindingnya rusak seolah membuat banyak pintu di sisi-sisi dinding.

Pria yang juga merangkap guru kelas itu menuturkan, sekolah tersebut dibangun pada 2010. Pemrakarsanya adalah masyarakat setempat, setelah salah seorang warga Hidir Riadi menghibahkan tanahnya.

Warga prihatin dengan anak-anak yang harus berjalan sekitar 5 kilometer untuk sekolah di SD terdekat Desa Belanting. Anak-anak harus berjalan sejam hingga dua jam untuk mencapai sekolah terdekat.

Mandiri tanpa harus bergantung pada bantuan pihak sekolah terus berusaha untuk bisa memberikan pendidikan yang optimal kepada siswanya. Semua itu demi cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa.

Apa yang dilakukan Khair Nasrudin ini bersama pengurus sekolah patut menjadi motivasi dan inspirasi. Mereka mampu bergerak tanpa harus menunggu bantuan pemerintah walaupun tujuannya untuk anak bangsa. Pengabdiannya ini sejalan dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dikomandoi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). 

(As/Lensapos.com)




BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: