Kamis, 26 Oktober 2017

Momentum Sumpah Pemuda: Mari Rebut Jalan, Mari Pemuda Bergerak

Oleh: Hasdar Onotz
(Mahasiswa) 

Sumpah pemuda 28 oktober sebagai satu identitas dalam kemerdekaan indonesia sebagai wujud dan cita-cita luhur para tokoh pemuda di zamannya, ketika kita menilik perjuangan indonesia, pemuda sebagai salah satu bahkan di garda terdepan mempersoalkan kekuatan imprealisme barat serta telah mempelopori perubahan di indonesia.  

Besarnya kontribusi intelektual serta gerakan yg didedikasikan untuk negara, membuktikan pentingnya wadah pendidikan yang menciptakan generasi maju. 

Pendidikan sebagai salah satu ruang mencetak pemuda yang mampu melihat negara sebagai ruang kemerdekaan, sebagai ruang sosial dan tatanan yg lebih produktif. 20% yang di anggarkan oleh pemerintah untuk pendidikan membuktikan bahwa sangat penting memajukan pengetahuan bangsa. 

Namun fase demi fase yang ada di indonesia, pergantian Kepala negara hingga pergantian corak ekonomi yang ada juga membawa pengaruh dalam dunia pendidikan. Setelah indonesia terlibat jauh dalam kesepakatan internasional. 

Dan mengikuti corak ekonomi global yakni neoliberalisme menghantarkan indonesia dalam beberapa kesepakatan internasional yang di tawarakan dan di formulasikan oleh organisasi internasional seperti IMF, WTO dan World Bank salah satu kebijakan yang di jalankan di indonesia kesepakatan GATTS. 

Hal ini menjadikan seluruh sektor untuk mampu di lihat sebagai provit. Pendidikan terkena imbasnya salah satu sektor jasa ini di lihat sebagai satu lahan bisnis bukan lagi di lihat sebagai satu ruang merdeka dan memajukan generasi. 

Bahkan untuk lebih menstimuluskan proyek global di indonesia pembungkaman demokrasi terpampang nyata di hadapan kita. Perlawanan pemuda khususnya mahasiswa yang terus menjadi opososi rill menentang kekuasaan modal dan tindakan kesewenang-wenangan negara, terus mendapatkan perlwanan yang menyayat hati. 

Pukulan demi pukulan represifitas terhadap gerakan seakan tidak lagi melihat bahwa indonesia berasaskan demokrasi. 

Negara harI ini sangat mengecewakan bahkan sangat memalukan. 28 oktober sebagai pembuktian pemuda Bahwa negara ini harus Melihat pemuda sebagai salah satu identitas yang terus menolak penindasan hingga hari ini. 

Penolakan kami hentikan segala tindakan negara yang memberi ruang para pemodal perampas tanah rakyat, serta wujudkan pendidikan gratis karena pemudalah yang akan memberikan kontribusi kemajuan untuk negara. Serta hentikan segala tindakan represifitas aparat negara terhadap aspirasi serta penolakan dari rakyat langsung.

Mari Rebut jalan-jalan. 
Mari Pemuda Bergerak. 



BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: