banner here

FPMB Mendesak BPN Sulsel Mengukur Kembali Lahan PT. Lonsum dan Masyarakat

advertise here

Lensapos.com - Front Pergerakan Mahasiswa Bulukumba (FPMB) melakukan aksi unjuk rasa di kantor BPN Sulsel untuk meminta data valod terkait kasus PT London Sumatera (Lonsum) di Jl. Cenderawasih, Makassar, Kamis (9/11/2017) siang yang sempat melakukan aksi tutup ruas jalan hingga memacetkan jalan. 

Aksi yang dilakukan untuk mempertanyakan Hak Guna Usaha (HGU) dan jumlah luas pengelolaan PT Lonsum, Jenderal Lapangan yang juga selaku Ketua Umum, Yusuf Tasbih mengatakan bahwa 


"Kasus lonsum sudah lama berlarut-larut dan tentunya ini adalah tanggung jawab BPN terkait sengketa lahan di Kabupaten Bulukumba." 

Aksi FPMB yang sempat bersitegang dengan petugas keamanan dan pihak BPN Sulsel, akhirnya diterima audiens untuk mengukur kembali lahan dan tapal batas PT. Lonsum dan masyarakat. Namun dalam audiens tersebut, BPN Sulsel meminta agar anggaran pengukuran berasal dari Pemda Bulukumba. 

Yusuf Tasbih juga menambahkan bahwa iktikad baik ini akan membuka ruang bagi perjuangan masyarakat Bulukumba sehingga tragedi kemanusiaan atas konflik sengketa lahan tidak terjadi lagi. 

Senada dengan Koordinator Lapangan, Andi Armayudi Syam bahwa bukti perjanjian harus baik oleh pemerintah untuk membuka benang kusut pada kasus PT Lonsum, 

"Bukti perjanjian ini harus baik oleh pemerintah untuk membuka benang kusut pada kasus lonsum. Harga mati pemda harus menganggarkan alokasi buat pengukuran karena ini demi masyarakat bulukumba". Ungkap disapa Yudi

Yusuf memperingatkan kepada Pemda untuk menganggarkan pengukuran untuk menyelesaikan kasus ini, untuk tidak terjadi tragedi berdarah. 

"Oleh karena itu pemda harus menganggarkan pengukuran untuk menyelesaikan kasus ini, agar tidak terjadi lagi tragedi berdarah yang diakibatkan PT Lonsum." Tutup Yusuf

(In/Lensapos.com)