banner here

Kalahkan Kasasi Rektor UIM, Mahasiswa DO Ini Masih Terlantar

advertise here

Lensapos.com - Setelah menang dalam Putusan Mahkamah Agung (MA), tiga Mahasiswa Universitas Islam Makassar (UIM)  yang mengalami pemecatan atau DO oleh pihak rektor Dr Majdah M Zain mengadukan nasibnya ke Kopertis Wilayah IX di Jl. Bung, Tamalanrea Jaya, Makassar. 

Tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat (APR) mereka meminta untuk menindak lanjuti hasil putusan Resmi Mahkamah Agung yang diketahui dirinya menang dalam kasasi atas putusan pihak UIM. 

"Tujuan aliansi perjuangan rakyat meminta pihak kopertis untuk menindak lanjuti putusan MA seperti yang ada di Website resminya, " ungkap mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Mesin Universitas Islam Makassar setelah melakukan pengaduan ke Kopertis Wilayah IX, Selasa (14/11) siang. 

Namun, mahasiswa ini harus menelan pil pahit. Pasalnya, aduan tersebut tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Kopertis Wilayah IX Andi Lukman yang diteruskan oleh Henry F. 

"Alasan pihak kopertis tidak ada korelasi atau hubungannya Kopertis dengan MA." 

Hanya saja, pihak kopertis menyarankan untuk menunggu putusan langsung Mahkamah Agung (MA) ke pengadilan PTUN. Hal ini diungkapkan oleh pihak kopertis yang diteruskan oleh Henry sebagaimana prosedur yang ada. 

"pihak kopertis meminta untuk tunggu putusan langsung MA ke pengadilan PTUN, dikarenakan itu prosedur yang ada ada,"

Adapun dari ketiga mahasiswa itu Henry F, Bakrisal Rosap, Dzulhilal yang seluruhnya dari Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar yang menyampaikan harapannya untuk ditindak lanjuti secepatnya. 

"Terkait kemenangan di MA dengan adanya pemberitahuan hukum tetap, berharap cepat untuk ditindak lanjuti,"

SK  No. 836/UIM/Skep/II/2016 itu dikeluarkan rektor pada 17 Februari 2016 beberapa bulan lalu, ketika mahasiswa mengkritisi birokrasi Kampus UIM. Mereka menilai perpanjangan masa jabatan Rektor UIM selama tiga periode telah melanggar peraturan Permendiknas. 

Sedangkan SK Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 421 K/TUN/2017 pada tanggal 14 September 2017, oleh Dr. H Yulius, S.H., M.H., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majeis, Is Sudaryono, S.H., M.H., dan Dr. H.M Hary Djatmiko, S.H., M.S., ini menolak permohonan kasasi Rektor Universitas Islam Makassar