Senin, 06 November 2017

Lewat Pintu Belakang, Setya Novanto Bantah Kabur dari Wartawan

Setelah memberi kesaksian pada sidang Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11/2017) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Setya Novanto diduga lewat pintu belakang disebabkan kabur dari kejaran wartawan.   Sontak seluruh memberitakan kejadian tersebut. Hal ini dibantah tegas oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham   Idrus mengatakan, saat itu ia dan Novanto hendak menunaikan shalat Jumat.  Dengan alasan dikejar waktu, mereka memutuskan untuk melewati pintu yang biasa digunakan oleh majelis hakim keluar dari ruang sidang.
Setya Novanto setelah usai memberikan kesaksian dalam kasus dugaan Korupsi Pengadaan Proyek e-KTP i Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11/2017). 

Lensapos.com - Setelah memberi kesaksian pada sidang Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11/2017) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP. Setya Novanto diduga lewat pintu belakang disebabkan kabur dari kejaran wartawan. 

Sontak seluruh memberitakan kejadian tersebut. Hal ini dibantah tegas oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham 

Idrus mengatakan, saat itu ia dan Novanto hendak menunaikan shalat Jumat.

Dengan alasan dikejar waktu, mereka memutuskan untuk melewati pintu yang biasa digunakan oleh majelis hakim keluar dari ruang sidang.

"Lho enggak. Kan, kami waktu itu mau Jumatan. Ketika pulang lewat depan semua. Pak Novanto di depan, saya di belakang. Begitu selesai persidangan, saat mau diskors sidang kan mau Jumatan. Jalan pintasnya, daripada mutar ke sini kami langsung izin lewat situ," katanya di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Senin (6/11/2017).

Ia menyayangkan berbagai pemberitaan yang menyebut Novanto keluar lewat pintu hakim karena menghindari kejaran wartawan.

"Kan, saya lihat ada yang keliru juga. Tinggal sekitar 20-25 menit. Kami ke bawah. Di situ lebih dekat. Kan ada kamar kecil di situ. Di situ kami turun berapa lantai. 1, 2, 3 lantai baru sampai ke tempat shalat," lanjutnya.

Ketua DPR RI Setya Novanto hadir memenuhi panggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Novanto bersaksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Di antara lima saksi, Novanto mendapat giliran pertama untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Tepat pukul 12.00 WIB, ketua majelis hakim menghentikan persidangan untuk istirahat siang dan memberikan waktu bagi yang beragama Muslim untuk shalat.

Namun, tanpa diduga oleh awak media, Novanto tidak keluar melalui pintu masuk pengunjung sidang.

Novanto keluar melalui pintu yang terletak di belakang kursi penasehat hukum terdakwa.

Pintu tersebut tidak biasa digunakan oleh saksi. Biasanya, pintu tersebut digunakan oleh terdakwa, penasihat hukum, atau jaksa.* 

(In/Lensapos.com) 

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: