Jumat, 10 November 2017

Lihat Ini Pengertian E-KTP Supaya Tak Gagal Paham


Lensapos.com - Program Elektronik Kartu Tanda Penduduk atau yang disingkat dengan e-KTP tengah marak diperbincangkan seluruh masyarakat Indonesia. 

E-KTP memungkinan seseorang untuk memiliki lebih dari satu KTP yang disebabkan belum adanya basis data terpadu yang mampu menghimpun data penduduk seluruh Indonesia. Hal ini bisa saja terjadi dengan melakukan sesuatu hal sehingga berpeluang bagi setiap penduduk untuk berbuat curang dalam menggandakan KTP-nya.

Hal yang berwenang dalam hal ini berada ditangan bidang administrasi kependudukan yang merupakan salah satu dari tugas pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk melayani masyarakat umum, yang terdiri dari tugas dan fungsi untuk mendaftarkan dan menerbitkan KTP, dll.

e-KTP merupakan cara baru jitu yang ditempuh oleh pemerintah demi membangun database kependudukan secara nasional yang mampu memberikan identitas kepada setiap masyarakat dengan menggunakan sistem biometric yang ada didalamnya, maka setiap pemilik e-KTP yang terhubung kedalam satu database nasional, sehingga setiap penduduk hanya memerlukan satu KTP saja.

Dengan adanya e-KTP tentu dapat bermanfaat bagi masyarakat yang disebabkan karena dapat meningkatkan keamanan negara melalui tertutupnya peluang dari adanya KTP ganda atau KTP palsu yang mana selama ini para pelaku kriminal termasuk teroris, KTP ilegal dan perdagangan manusia yang sering menggunakan KTP ganda atau KTP palsu dengan cara memalsukan identitas diri agar tidak dapat teridentifikasi oleh pihak yang berwajib.

Secara sederhana, pengertian e-KTP adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik baik fisik maupun secara penggunaannya yang memiliki fungsi secara komputerisasi. Program e-KTP diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Program e-KTP telah dimulai sejak tahun 2009 dengan ditunjuknya empat kota sebagai dalam dari proyek percontohan nasional.

Adapun dari daerah tersebut adalah padang, makassar, yogyakarta, dan denpasar. Sedangkan bagi ibukota/kota diluncurkan kementerian dalam negeri  sejak Februari 2011 yang dibagi kedalam dua tahap. Pelaksanaan pertama dimulai pada tahun 2011 yang berakhir ditahun 2012 yang mencapai 67 juta pendduk di 2348 kecamatan dan juga 197 kabupaten/kota.

Sedangkan untuk ditahap kedua terdiri dari 105 juta penduduk yang disebar di 300 kabupaten maupun kota yang ada di Indonesia. Adapun dasar hukum dalam pelaksanaan penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) didasarkan pada Undang-Undang No.23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.

Sedangkan menurut situs resmi e-KTP memberikan pengertian bahwa e-KTP adalah dokumen kependudukan di dalamnya yang terdiri dari sistem pengendalian atau keamanan baik melalui sisi teknologi inormasi ataupun administrasi yang didasarkan pada basis data dari kependudukan nasional. 

Demikianlah pengertian e-KTP, hal inilah yang marak diperbincangkan dan menjerat kasus pemimpin partai golkar yakni setya novanto. Pemimpin partai golkar ini kembali dijerat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikarenakan diduga melakukan korupsi dengan jumlah yang lumayan fantastis. Hal ini tentu merugikan bagi negara Indonesia.

Ketika tujuan dan peran e-KTP untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia, namun dalam beberapa hal dalam pelaksanaannya terjadi tindakan korupsi yang dilakukan oleh segelintir orang.

Tentu arti e-KTP menjadi saat ini masih kemudian diperbincangkan oleh seluruh pihak, terutama setelah membesarnya wacana atau isu di berbagai media atas kasus yang menjerat bos partai golkar setya novanto.

Akan tetapi, bukan karena segelintir orang sehingga dapat dikatakan bahwa e-KTP itu adalah kebijakan yang gagal. Namun e-KTP merupakan sebuah pembaharuan dari kebijakan pemerintah Indonesia dimana memiliki manfaat yang besar.


BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: