Jumat, 17 November 2017

Negeri Sinetron Jilid II



Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya dengan SDAnya namun penguasa menjadikannya miskin tertimbun hutang luar negeri. Kekuasaan sang pemimpin menjadikannya negara boneka siap-siap banting sana banting sini dengan tangan besi seorang pemimpin nomor satu di negeri ini yang menjadikannya tontonan mengerikan di hadapan negara-negara lain.  

Sutradara negeri ini memang hebat dengan tagline Indonesia Hebat untuk menyusun skenarionya untuk membuat sinetron tontonan menarik bagi masyarakat Indonesia melalui media massa, media cetak, media online sampai kepada sosial media.   

Aktor pemeran utama yang diotaki oleh sutradara sinetron juga lihai memainkan perannya mengalihkan perhatian publik untuk tetap fokus kepadanya namun seakan lupa dengan pemeran utama antagonis. Kehadiran kasus yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto bukan kali pertama main dalam sinetron yang disutradarai oleh penguasa negeri ini dengan tangan besinya. Sejak kasus Papa Minta Saham pada perpanjangan kontrak Freeport lalu membuat Setya Novanto di kejar-kejar nitizen dan para fansnya untuk selfie bareng karena dianggap berhasil memainkan peran aktornya dan tak pernah dijadikan tawanan pemeran aktor antagonis seperti film-film india lainnya membuatnya mengundurkan diri jadi Pimpinan DPR RI yang pada Akhirnya kembali lagi menduduki Pimpinan DPR RI tanpa rasa beban sosial apalagi rasa malu, yaa inilah Indonesia jaman now.  

Yang kedua KPK kembali tersangkakan Setya Novanto dalam kasus E-KTP dengan merugikan negara kurang lebih Rp. 2,3 Triliun yang berhasil dimenangkan oleh Setya Novanto pada pra peradilan yang berujung untuk menggugurkan status tersangkanya sehingga muncul lagi Papa Memang Hebat dan KPK hanya jadi lembaga negara yang tak mampu berkutik apapun. Yang lucu bin ajaib salah satu penyidik hebatnya KPK terjebak dan harus jadi korban dalam adegan sinetron yang disusun skenarionya sedemikian rupa oleh sutradara. Penyiraman air keras yang sampai saat ini belum juga kelar kasusnya dan tak mampu di pecahkan oleh Polri, sebut saja Novel Baswedan yang mengalami cacat seumur hidup akibat permainan penguasa dalam negeri sinetron yang di sutradarai oleh penguasa ini. Dan sekarang kembali bangsa ini dikejutkan dengan langkah KPK kembali tersangkakan Setya Novanto pada kasus yang sama E-KTP yang kemudian seorang aktor handal tak pernah berhasil terperangkap oleh musuh karena memiliki 1001 cara yang disiapkan oleh sutradara untuk menjadikannya sinetron tontonan menarik dan membuat penasaran publik, yakni dengan adanya adegan sakit yang tak tahu jenis penyakitnya apa dan yang lebih menakjubkan akting yang dilakukan aktor utama (Setya Novanto) pada kamis malam adalah adegan kecelakaan dengan menabrak tiang listrik yang membuatnya kembali masuk rumah sakit dan tidak menutup kemungkinan akan timbul aktingnya lupa ingatan agar KPK tak ada alasan untuk melakukan pemeriksaan dan penahanan.  

Pada tontonan sinetron jilid II ini tak sedikit pun iklan yang ditampilkan oleh sang produser (cukong aseng asing/china) hebat untuk disaksikan oleh publik agar publik tetap terfokus dengan adegan-adegan yang diperankan oleh pemeran aktor-aktor handal ini. Baik dari pemeran antagonis maupun protagonis adalah karakter yang tak lepas dari desain skenario sang Sutradara sinetron ini (Penguasa ) negeri ini. Dalam sinetron ini ada tiga (3) pemeran utama yang berbeda peran masing-masing Antagonis dan Protagonis yakni, Pimpinan DPR RI (Setya Novanto, KPK dan POLRI) yang ketiganya merupakan ikut dengan perintah sutradara dan produser sinetron.  

Dengan kehadiran tayangnya sinetron tanpa iklan ini membuat publik terhipnotis, terlena dan terbawa adegan-adegan menariknya. Sehingga tayangan-tayangan lainnya terlupakan dan teralihkan, sebut saja Kenaikan Pajak, Penghapusan listrik dengan daya 900, 13.00 dan 2.400 KWh menjadikan Pemerataan Listrik 4000an KWh oleh Menteri ESDM Arcandra Tahar dengan alasan agar masyarakat tak lagi mengeluh dengan seringnya mati listriknya dan alasan tak ada kenaikan tarif, apapun alasannya semuanya itu akan menjadi beban berat bagi rakyat Indonesia bagi ekonomi menengah ke bawah. Permintaan Luhut Pandjaitan untuk menjual beberapa BUMN ke swasta seperti penjualan tol, pelabuhan dan Bandara karena dianggapnya BUMN terlalu banyak di Negeri sendiri, yang begitu lucu adalah permintaan penjualan Bandara Soekarno Hatta yang ada di Jakarta itu. Selamat datang di Indonesia Jaman Now negeri para pemain sinetron.  

Mengko Polhukam (Wiranto) pun pernah angkat bicara dengan keinginannya menjual beberapa lapas kemudian membangun kembali lapas di pulau-pulau kecil dengan alasan untuk memperbaiki sistem kelas lapas dan mengkhususkan dengan tindak pidananya yang ditetapkan pengadilan.  Inilah Indonesia Hebat...... Ada banyak yang tak terlihat oleh publik melalui tontonan menarik, masih ada kekacauan Papua dengan adanya OPM, Teluk Jakarta dan Reklamasi yang akan di paksakan oleh menteri kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melalui Perpresnya yang tak lagi di sepakati oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies -Sandi untuk dilakukan reklamasi.  "Keadilan hanya mimpi buruk bagi rakyat Indonesia". Siapkanlah mental bajamu wahai rakyat Indonesia untuk menghadapi krisis identitas dan krisis jati diri bangsa Indonesia, karena kini Indonesia hanya tinggal peta. Inilah Indonesia Hebat dengan Revolusi Mentalnya.  

Akbar 
Bulukumba, 17 November 2017

BAGIKAN

Like dan Ikuti Fans Page:

0 komentar: