banner here

Ngeri, Segini Jatah Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

advertise here

Lensapos.com - Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran jatah yang didapatkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto disidang lanjutan dugaan krupsi e-KTP, Senin (13/11). 

Memutar rekaman yang berisi percakapan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marlien bersama Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan DIrektorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sugiharto dihadapan sejumlah saksi dan hakim, terungkap Setya Novanto mendapatkan jatah Rp. 60 Miliar dalam proyek e-KTP atas pengungkapan Sugiharto. 

Menurut Sugirhato bahwa Marlien ketika itu diminta membayarkan uang kepada orang di balik Andi Narogong, yakni Setya Novanto. "(Uang untuk) Bosnya Andi ya SN, Setya Novanto. Jatah untuk Setya Novanto," ucap Sugiharto.

Menurut Sugiharto, mulanya Andi meminta agar jatah untuk Novanto yang saat itu menjabat Ketua Fraksi Golkar diberikan sebesar Rp 100 miliar. Namun, Marliem baru memiliki Rp 60 miliar.

Diketahui, Novanto bersama dengan Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman, dan Sugiharto diduga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,3 triliun dari proyek e-KTP tersebut.

Atas perbuatannya, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lensapos.com - Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap besaran jatah yang didapatkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto disidang lanjutan dugaan krupsi e-KTP, Senin (13/11). 

Memutar rekaman yang berisi percakapan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marlien bersama Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan DIrektorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sugiharto dihadapan sejumlah saksi dan hakim, terungkap Setya Novanto mendapatkan jatah Rp. 60 Miliar dalam proyek e-KTP atas pengungkapan Sugiharto.


(Rl/Lensapos.com)