banner here

Setya Novanto Tersangka, Aburizal Bakrie Lepas Tangan

advertise here

Lensapos.com - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menyerahkan sepenuhnya kasus yang menjerat Setya Novanto kepada proses hukum. Katanya, hukum yang akan memutuskan penerusnya itu bersalah atau tidak.

"Serahkan kepada masalah hukum, kan gitu. Kalau hukum memutuskan enggak bersalah, ya enggak bersalah. Itu kalau bersalah kan masalah hukum mesti dilakukan," ujar pria yang akrab disapa Ical itu saat menghadiri acara topping off Kantor DPP Partai Golkar yang baru, Minggu, (12/11).

Namun dia mengatakan, masih ada langkah hukum lain yang bisa dilakukan Novanto atas penetapan tersangka kembali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus proyek pengadaan e-KTP. "Saya kira masih ada upaya hukum," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan kembali Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP.

Adapun keputusan itu diambil secara kolektif kolegial dari seluruh pimpinan komisi antirasuah yang disampaikan langsung Saut Situmorang di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat sore (10/11).

"KPK menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) 31 Oktober atas nama Setya Novanto, anggota DPR RI," ujarnya.

Disampaikan bahwa Novanto selaku anggota DPR periode 2009-2014 bersama Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Dirjen Dukcapil, dan Sugiharto sebagai pejabat di lingkup Kementerian Dalam Negeri, diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan wewenang atau jabatan yang ada padanya saat itu.

"Sehingga diduga merugikan perekonomian negara sejumlah 2,3 triliun dengan nilai paket pengadaan 5,9 triliun dalam pengadaan paket KTP elektronik 2011-2012 pada Kemendagri," tutur Saut.

Atas dasar itu, Novanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.