Korupsi Ketapang Kencana, KP-GRD: Pemkot Makassar Pemborosan Uang Negara

oleh

Lensapos.com – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Mafia Hukum yang tergabung dalam gerakan komite pusat gerakan revolusi demokratik (KP-GRD), Jaringan Aktivis PRODEM Sulsel, SPMN Makassar, dan GAPEMNAS menggelar aksi unjuk rasa di kantor Mapolda Sulsel terkait kasus dugaan korupsi pohon ketapang kencana yang menggunakan APBD Pemerintah kota makassar TA 2016 sebesar 9,3 Milyar, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin, 08 Januari 2018.

BACA JUGA:   Tabrak Driver Ojol Pakai BMW, Ternyata Tiara Ayu Juga Sering Begini

Dalam aksi tersebut, Jenderal lapangan, Amar Anggriawan Asis mengatakan bahwa pengawalan kasus ini adalah bukti konsistensi mereka terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi terkhususnya pemerintah kota makassar.

“Karena banyaknya program di pemkot yang tidak pro terhadap rakyat dan hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu,”kata Amar dalam orasinya.

Selain itu, Koordinator Prodem Sulsel, Chonel, juga mengatakan bahwa banyaknya indikasi dugaan korupsi di tubuh pemkot makassar merupakan bukti bahwa program pemerintah kota makassar tidak efektif dan tidak efiensi

BACA JUGA:   HUT Ke-72 Bhayangkara, Polda Sulsel Santuni Warga Dengan Bedah Rumah

“Sehingga berakibat pemborosan uang negara,”pungkas Conel.

Hasil pantauan Tim Info Makassar, aksi tersebut juga diterima langsung oleh penyidik yang menangani kasus korupsi pohon ketapang kencana tersebut sebelum aksi ditutup.

Ditempat yang sama, Andi Etus Mattumi, Ketua Komite Pusat GRD, meminta secara tegas kepada pihak Polda Sulsel karena kami anggap tidak percaya lagi dengan BPKP

BACA JUGA:   Setelah DPRD Sulsel, Ratuan Buruh PHK PT LONSUM Bulukumba Adu Nyali DPR RI

“Dikarenakan banyak hasil audit dugaan korupsi yang tidak ada kerugian negaranya, padahal sebelum melaporkan dugaan korupsi, pasti ada kerugian negara yang mendasari pelaporan tersebut. Sehingga perlunya di hadirkan saksi ahli sesuai KUHAP pasal 184 ayat 1,”tutup Etus.