Yudi Latif: Cermin Kebenaran

oleh

Lensapos.com – Saudaraku, kebenaran itu cermin di tangan Tuhan. Cermin itu jatuh ke bumi dan hancur berkeping-keping. Setiap orang mengambil satu kepingan, lalu memandanginya dan mengira telah menguasai seluruh cermin kebenaran.

Ada orang tak tahu merasa paling tahu dengan mengkafirkan pandangan berbeda. Tuhan tidak memberinya kecuali sedikit ilmu, namun mendaku sebagai penguasa kebenaran. Orang itu menyekutukan Tuhan, sesat arah menuju zalim kemusyrikan yang tak terampuni.

BACA JUGA:   Opini: Reformasi Sistem Penegakan Hukum atau Mental Penegak Hukum Kita Yang Koruptif"

Ada orang rendah hati merasa kurang tahu dengan keterbukaan menerima pandangan yang berbeda. Dengan lentera hanifnya, mereka tertarik menyatukan kepingan-kepingan cermin demi mendekati keutuhan kebenaran.

BACA JUGA:   Hari Tani Nasional: Apa Kabar Reforma Agraria?

Dalam merajut keping-keping kebenaran, orang-orang rendah hati menerima pertukaran pikiran sebagai usaha bersama mengeluarkan tetes madu dari sarang lebah. Saling-gosok memeras madu berkah-hikmah dari berbagai sarang pandangan itu bernama musyawarah.

BACA JUGA:   Pecandu Hoax

Dalam musyawarah, orang-orang yang siap mendengar perkataan dari siapapun lalu menerima yang terbaik, mereka itulah orang-orang tercerahkan. Orang-orang tercerahkan dengan lentera hikmat-kebijaksanaan inilah yang dapat memimpin manusia dalam mengambil keputusan yang mendekati kebenaran dan keadilan.

(Yudi Latif)