Ini Penyebab Menteri Agama Naikkan Biaya Haji Sebesar Rp 345.290

oleh

Lensapos.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin merilis kenaikan biaya penyelenggaran haji (BPIH) 2018.

Ia pun mengungkapkan rasa syukurnya atas naiknya biaya penyelenggaran haji (BPIH) 2018.

Bahkan menurut Lukman Hakim Saifuddin, kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2018 tidak terlalu besar.

Kenaikan biaya haji sesuai rilis Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp 345.290.

BACA JUGA:   Cuma Tahu Tenggelamkan Kapal, Menteri Susi Kena Tamparan

Sehingga jika dijumlahkan dengan kenaikan haji pada tahun ini, sebesar Rp 35.235.602.

Konferensi pers yang digelar Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama, di ruang rapat Komisi VIII, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018), usai Rapat Kerja terkait pemutusan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018.

“Kita amat sangat bersyukur kenaikan dibanding tahun lalu itu hanya Rp 345.290,” ujar Lukman, dalam jumpa pers di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/3/2018).

BACA JUGA:   Kunker ke Sulsel, Presiden Jokowi Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin angka tersebut tergolong kecil.

Hal ini diungkapkan bukan tanpa sebab. Ia berlandaskan bahwa jika diukur dari tiga alasan utama dibalik kenaikan ongkos haji tersebut.

BACA JUGA:   Bos First Travel Ditahan, Calon Jemaah Bingung Tuntut Kemana

Lukman menyebut alasan pertama yakni adanya kenaikan PPN (pajak pertambahan nilai). 

Kenaikan PPN tersebut terjadi di Arab Saudi sebesar 5 persen. 

Ia menjelaskan bahwa kenaikan biaya haji tersebut, sebesar 5 persen untuk kebutuhan jamaah. 

Sehingga dari seluruh keperluan yang dibutuhkan para jamaah di negara tersebut.

Konferensi pers yang digelar Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama, di ruang rapat Komisi VIII, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018), usai Rapat Kerja terkait pemutusan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018.

Kebutuhan dimaksud yaitu catering, transportasi, termasuk barang dan jasa.

“Bandingkan dengan tiga variabel utama tadi itu, kenaikan PPN (Arab Saudi) yang 5 persen itu berlaku kepada semua catering, transportasi, semua barang dan jasa,” kata Lukman.

(Is/Lensapos.com)