Jika Terpilih, NH-Aziz Diminta Jangan Hanya Pencitraan

oleh
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar saat berkampanye di Kecamatan Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Selasa, 13 Maret 2018. Lensapos.com (Foto/IST).

Lensapos.com – Nurlinda, warga Kecamatan Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros menitip pesan kepada kandidat nomor urut 1, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2018.

Ia mengingatkan, jika NH-Aziz terpilih, agar fokus untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu diungkapkannya saat berkesempatan mengunjungi kampanye dialogis Nurdin Halid di Kecamatan Moncongloe Bulu, Kabupaten Maros, Selasa, 13 Maret 2018.

BACA JUGA:   Hipermawa Kom. Majauleng Menggelar Diskusi dan Buka Puasa Bersama

“Kalau menang, harus fokus sama pelayanan masyarakat. Melaksanakan program-program yang dijanjikan. Harapannya supaya pak NH-Aziz ini memperdulikan nasib kami,” ucap Nurlinda.

Ia juga mengingatkan agar pasangan NH-Aziz tidak hanya sekadar mengejar pencitraan ketika menjabat. Menurutnya, citra positif akan terbangun secara sendirinya, jika masyarakat dapat terlayani dengan baik.

BACA JUGA:   MA Tolak Kasasi KPU, Aru: Itu Bukti Pencalonan DIAmi Bermasalah

“Yah supaya tidak hanya pencitraan saja. Kan yang dulu-dulu itu bilangnya ekonomi meningkat tapi nyatanya masih banyak yang miskin kayak sekarang,” ucapnya.

NH pun mengapresiasi dukungan masyarakat Maros itu. Kelak, bila ditakdirkan memimpin Sulsel, NH berjanji untuk menyejahterakan seluruh masyarakat. NH-Aziz, kata dia, pulang kampung demi melihat seluruh masyarakat Sulsel hidup layak dan sejahtera.

BACA JUGA:   Kunker di Sinjai, Kapolda Sulsel Serukan Jaga Suasana Tetap Kondusif

“Pastinya itu akan kita perjuangkan Kita upayakan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Sulsel,” tutur NH.

Soal gerakan membangun kampung dan menata kota, Nurdin menjelaskan tujuannya untuk menjamin pertumbuhan desa dapat seiring dengan kota. Tidak seperti sekarang, dimana terjadi ketimpangan karena kota bertumbuh cepat, sedangkan desa malah tertinggal. (*)

(In/Lensapos.com)