Puisi: Aku Hanya Pelayan

oleh
Ilustrasi: Aku Hanyalah Pelayan. Lensapos.com (Foto/IST).

Aku Hanya Pelayan
Oleh:DesPA29

Manusiawi terkadang lupa
Ambisi membabi buta, laksana kertas
Habis dilahap si jago merah

Tanah kelahiran menenangkan jiwa
Sandiwara ataukah benar adanya
Keleluasaan diberi
Mengkritisi tiap perubahan tuannya

Apalah daya tangan tak sampai
Bak ingin hati memeluk bulan
Gagal ditanah berlubang
Lakonku hanya pelayan
Memberontak, melawan
pengorbanan tetesan darah
Upah hanya buah bibir semata

BACA JUGA:   Puisi: Kaum Arkhais

Aku hanya pelayan
Janji terlalu banyak diberi gula
Realitasnya hambar terasa

Dunia tak lagi sejalan
Si jelata mengais kehidupan
Politik meradang menawar rindu perubahan
Jejaki, telusuri, dekati
Hasrat personali menggenggam surga

Muak berhadapan bayang-bayang
Ratapi diri memangku nasib
Siapa aku? Aku siapa?
Tak ada jawaban

BACA JUGA:   Puisi: Kartini dan Pembebasan Hak Wanita

Glamor kota melupakan ujungnya
Masih asri tanpa sentuhan dan belaian kasih
Sederhana tak banyak menuntut

Tiada teknologi menyapa hari-hari
Tiada kesan pemberontakan pada kepolosan
Si jelata tak bersuara aluri aturan
Aku tak paham, Aku ikut tuan saja
Miris !

BACA JUGA:   KKN di Gowa, Mahasiswa UIN Alauddin Bidik Peningkatan Kualitas Masyarakat

Kemegahan dan kemewahan
Gagah berani berorasi meretas kemiskinan
Sorak -sorai penonton dibalik layar kaca
Semangat juang para penawar pembaharuan

Keberanian sebatas mimpi
Menengok di balik dinding
Fokus pada nasib
Aku hanya seorang pelayan

Sumbawa
Senin, 2 April 2018