Momentum Hari Buruh (May Day)

oleh
Rusdi Gallarang.

Lensapos.com – Hari Buruh Internasional yang selalu diperingati setiap tanggal 1 Mei, juga populer dengan istilah Mayday tahun ini unik, karena dirayakan ditengah banyaknya persoalan yang membelit kehidupan kenegaraan.

Ditambah lagi persoalan yang dihadapi para pekerja Indonesia dalam negeri dengan masuknya tenaga kerja asing dengan berbagai persoalan kesalahan prosedural yang akhir-akhir ini banyak di perbincangkan di media sosial.

BACA JUGA:   Yudi Latif: Cermin Kebenaran

Sebenarnya ada sesuatu yang lebih substansi dan mendasar, dengan adanya kebijakan Presiden dengan mempermuda masuknya Tenaga Kerja Asing di Indonesia. Ini akan melahirkan persoalan-persoalan baru bagi tenaga kerja lokal dalam negeri.

BACA JUGA:   Opini: HUT RI Ke 73, Refleksi Amanah Kemerdekaan

Kurangnya lapangan kerja, ketidak mampuan sebagian tenaga kerja lokal berkompetisi, dan desakan ekonomi akan mengakibatkan banyaknya perantau dari tanah air merupakan sebuah fakta yang sedang berbicara tentang ketidak memadaian berbagai sektor di tanah sendiri yang sedianya menjadi kekuatan penyokong kehidupan.

BACA JUGA:   Opini: Kartini, Pembebasan dan Entrepreneurship

Itu berarti, untuk sebagian orang, cita-cita untuk hidup, hidup baik dan hidup lebih baik lagi tidak dapat tercapai apabila bersikeras pada pendirian untuk tetap tinggal di kampung halaman sendiri.