Opini: Aksi Terorisme Yang Idiot

oleh
Ulfa, S.pd

Lensapos.com – Turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas musibah yang menimpa saudara kita dalam Tragedi bom tiga gereja di surabaya.

Kejadian tersebut sangat bertentangan dengan nilai nilai ketuhanan dan nilai kemanusiaan.

Teror yang mengatas namakan agama adalah cara fikir yang sangat idiot, agama apapun yang dianut, kitab apapun yang kamu baca.

Tidak ada satupun ajaran yang mengajarkan tentang keburukan atau untuk saling membunuh dan membenci.

BACA JUGA:   Ahok Mempersatukan Anak Bangsa Indonesia

Semua agama mengajarkan saling mencintai dan saling menjaga perdamaian.

Besar harapan agar seluruh komponen masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai opini yang teraktual di dinding media sosial yang memunculkan propaganda dan tentu akan menimbulkan kegaduhan dan keresahan.

BACA JUGA:   Opini: Kartini, Pembebasan dan Entrepreneurship

Karena target terorisme adalah menebar ketakutan dan menciptakan kondisi yang tidak stabil.

Mari kita membangun sinergitas, mempercayakan dan mendukung sepenuhnya kepada aparat hukum untuk bekerja secara profesional dan proporsional.

Agar terus mengungkap aktor intelektual pelaku dan pihak yang terkait terhadap aksi terorisme dan paham radikalisme.

Untuk menanggulangi radikalisme dan terorisme di tanah air.

BACA JUGA:   Yudi Latif: Cermin Kebenaran

Mungkin kiranya aktifitas pendidikan lebih diorientasikan pada upaya untuk melahirkan kesadaran kritis sehingga mendorong anggota masyarakat untuk dapat berfikir logis dan analitis agar tidak terjebak dengan pola fikir dan perilaku radikal yang membahayakan. Menanamkan nilai-nilai pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik indnesia (NKRl).

Oleh: Ulfa (Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya)