Opini: Reformasi Sistem Penegakan Hukum atau Mental Penegak Hukum Kita Yang Koruptif”

oleh

Lensapos.com – Korupsi menjadi salah satu penyakit negara kita yang kian meningkat dan menjamur. Upaya pencegahan bahkan penindakan rasuah sudah dilakukan dari hulu hingga hilir. Apalagi yang mendominasi melakukan korupsi penegak hukum kita pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Belum lagi ada istilah upeti, mahar dll.

Terbukti, jumlah koruptor di Indonesia kian bertambah tanpa takut menjalani hukuman.

Belum lagi korupsi didaerah salah satunya Kasus Dana Bantuan Sosial (Bansos) di Bone Bolango yang stagnan dan mendapatkan intervensi dari dikejaksaan. Kami cuman berharap Jika kejaksaan tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus korupsi didaerah sebaiknya diserahkan kepada KPK.

BACA JUGA:   Opini: Pilpres 2019, Pilih Siapa dan Dapat Apa?

Budaya korupsi tidak bisa dibiarkan berlarut-larut jangan sampai menyebabkan distrus masyarakat tidak percaya lagi dengan penegakan hukum kita.

Penegakan hukum koruptif dan kolutif menyebabkan disorentasi “salah jalan” yang mengakibatkan disobedience “pembangkangan” kemudian melahirkan perpecahan hingga hilangnya persatuan.

BACA JUGA:   Opini: 27 Juni, Golput Adalah Pilihanku

Seharusnya pemerintah harus fokus terhadap upaya pencegahan dan penindakan korupsi dengan cara reformasi birokrasi hukum peradilan. Koordinasi KPK, Polri, dan kejaksaan harus jadi prioritas. Dan kita selaku warga negara yang prihatin terhadap korupsi wajib mendorong tiap kementerian atau lembaga mengedepankan transparansi pelayanan publik.

Dengan terciptanya penegak hukum yang berintegritas, reformasi birokrasi penegakan hukum dan pelayanan publik yang transparan maka bisa berjalan sesuai nawacita undang-undang di negeri kita.

BACA JUGA:   Momentum Hari Buruh (May Day)

Falsafah kuno mengatakan “lebih baik hidup ditanah kebebasan walaupun keluarga dimakan serigala kami lebih merdeka daripada hidup ditanah yang penuh penindasan dan diktatur”.

Oleh: Kurniawan, SH., MH
Dosen Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Ichsan Gorontalo