Kendaraan di Bom, Sejumlah Mahasiswa Demo Tuntut Copot Kapolsek Tamalate

oleh

Lensapos.com – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Polrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Selasa (18/9/2018) menuntut kasus penyerangan sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan (HIMJIP), Unismuh Makassar dan juga pelemparan bom molotov mengenai Mobil Honda Jazz.

Hal itu dilakukan sejumlah mahasiswa lantaran tuntutan mereka sejauh ini belum dilakukan pengusutan oleh Polsek Rappocini sebagai wilayah pengamanannya terkait penyerangan sekret HIMJIP di Jalan Tidung VI, Makassar pada Selasa (12/9/2018) pukul 02.00 Wita.

BACA JUGA:   Dibagikan Baju NA-ASS, Tapi Warga di Bone Ini Tetap Idolakan IYL-Cakka

“Kami turun disini, karena aksi ini untuk menuntut keadilan yang sampai sejauh ini belum diusut penyerangan sekret HIMJIP padahal ini sudah satu minggu,” tutur Koordinator Lapangan Imam.

Selain itu, pada pukul 03.20 Wita di hari yang sama, Jalan Mamo, Tamalate terjadi pelemparan bom molotov terhadap salah satu mobil warga merek Honda Jazz berwarna merah dimiliki oleh Acang.

Hal itu sehingga Imam juga mengangkat isu ini lantaran mobil tersebut merupakan salah salah satu kerabatnya dan adanya indikasi bahwa penyerangan dilakukan oleh pelaku yang sama dengan dugaan bukti CCTV dan penyampain warga setempat.

BACA JUGA:   Oknum Sopir Ambulans Minta Uang, Terpaksa Ibu Bawa Jenazah Anak Naik Angkot

“Kami disini selain menuntut penyerangan sekret HIMJIP, juga mengusut pelemparan bom molotov mobil honda jazz yang merupakan senior kami di jalan mamo juga sampai saat ini kedua kasus belum ada kejelasan baik dari Polsek Rappocini dan juga Polsek Tamalate,” tegasnya.

Olehnya itu, Imam menegaskan bahwa jika kedua kasus ini belum juga memiliki kejelasan, maka dalam aksi tersebut. Ia menuntut agar Kapolrestabes Makassar untuk mencopot Kapolsek Rappocini dan Kapolsek Tamalate turun dari jabatannya.

BACA JUGA:   Gegara Berfoto Calon Gubernur Jabar, 6 Kades Bakal Dipenjara 6 Bulan dan Denda 6 Juta

“Kami meminta kapolrestabes makassar untuk mencopot kapolsek rappocini dan kapolsek tamalate karena lalai dalam mengamankan wilayahnya. Selain itu, jika ini dianggap aksi ini tidak ditindak lanjuti, kami akan aksi lanjutan dengan mengerahkan massa yang lebih besar,” tutupnya. (*/Wawan)