DP3A Siapkan Pendampingan bagi Pengungsi Palu

oleh

Lensapos.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemerintah kota (Pemkot) Makassar menyiapkan pendampingan bagi pengungsi anak dan perempuan korban gempa, tsunami, dan lumpur di Palu, Sigi, Donggala, dan Petobo, Sulawesi Tengah.

Kepala DP3A Pemkot Makassar, Tenri A. Palallo menyampaikannya saat menjadi nara sumber pada Dialog Rutin Wali Kota Makassar Coffee Morning yang diadakan Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Makassar yang mengusung tema Jagai Anak’ta Solusi Perlindungan Anak di Kopi Alps, Jalan Dr Ratulangi, Kamis, 4 September 2018.

BACA JUGA:   Tega! Kepsek Putar Video Dewasa Sebelum Jelajahi Tubuh Siswinya

Saat ini, ada sekitar 104 pengungsi anak, dan 31 perempuan yang sementara berada di Shelter Antang yang disiapkan oleh Yayasan Akar Panrita Mamminasata. Mereka umumnya terpisah dari orang tua yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya ataupun telah dinyatakan meninggal dunia.

“Kami akan menurunkan relawan untuk mendampingi anak – anak kita pengungsi asal Palu,” tutur Kepala Dinas Tenri A Palallo.

BACA JUGA:   Sesepuh Golkar Ini Pilih IYL- Cakka Karena Bukan Koruptor

Relawan yang diturunkan telah terlatih memberikan pendampingan kepada pengungsi anak – anak dan perempuan. Mereka akan mendampingi korban melewati trauma pasca terjadinya bencana alam.

Tenri menambahkan, keterlibatan relawan dari DP3A Makassar mendampingi korban yang sementara berada di shelter Yayasan Akar Panrita Makassar sebagai bentuk sinergitas antara pemerintah dan masyarakat.

“Duka Palu adalah duka Indonesia, ini adalah musibah yang mengusik empati kita, membuat kita warga Makassar, dan kita sebagai anak bangsa menyatu, bahu – membahu, bergotong – royong membantu saudara – saudara kita yang menjadi korban bencana,” ungkap Tenri.

BACA JUGA:   Deng Ical Ingin Jalan Tol Layang Makassar Jadi Percontohan Nasional

Ia juga mengajak warga Makassar bergabung menjadi relawan untuk memberikan bantuan dan pendampingan bagi korban gempa sehingga mereka bisa lebih cepat melewati trauma yang diderita akibat musibah yang dialami.(*)